News


HAMPIR 50 orang masih hilang setelah sebuah kapal nelayan Korea Selatan tenggelam di Laut Bering, lepas pantai wilayah Chukotka timur jauh Rusia, l Desember lalu. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan, enam warga negara Indonesia yang menjadi anak buah kapal (ABK) ikan Korea Selatan The Oryong 501 yang tenggelam itu.

“Baru 1 jam lalu saya konformasikan tim yang ada di Seoul diperoleh informasi dari perusahaan pemilik kapal bahwa ada enam ABK kita yang sudah ditemukan.

Mereka meninggal dunia, ” ujar Retno di Kantor Kepresidenan, Jakarta, kemarin. Namun, Retno belum mengungkap identitas 6 korban itu karena masih dilakukan verifikasi jenazah. “Indentitasnya belum kita sampaikan karena harus di verifikasi. Karena kita tidak mau terburu- buru menyampaikan data sebelum semuanya jelas. Pada saat semuanya sudah, keluargalah yang pertama kali (dikabarkan)” tuturnya.

Saat ini, lanjut Retno, upaya pencaharian ( SAR) masih terus dilanjutkan intansi terkait pemerintah Rusia. Cuaca , buruk menjadi kendala pencarian. Sejauh ini, tim penyelamat baru menemukan tujuh jasad dan tujuh kru yang masih hidup. Sehingga masih 46 orang lagi yang belum ditemukan. “Pesawat-pesawat belikopter penyelamat AS bergabung dalam operasi pencarian, beberapa jam Selasa (2/1 1), tetapi gagal membuat kemajuan,” kata Perdana Menteri Korea Selatan Chung Hong won dalam pertemuan dengan para pejabat pemerintah.

lnsiden itu tetjadi 1 Desember lalu. Kapal penangkap ikan Oryang 501 berbobot 1.753 ton itu, memuat 60 awak yang terdiri dari 35 WNI, 13 warga Filipina, 11 warga Korea Selatan dan seorang inspektur  asal Rusia (Rakyat Merdeka)

 

 

Leave a comment's

Leave a comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

back to top --> //