News


ikan-tuna-650x250

TNI AL menyita dua kapal Thailand yang membawa beberapa ton ikan di perairan Natuna, Minggu (12/4).

Kapal tersebut ditangkap oleh kapal perang KRI Pattimura di Laut Natuna saat melakukan patrol. Kapal tersebut masih menggunakan bendera Thailand,” kata Kepala Humas AL, Komodor Manahan Simorangkir.

Kapal ilegal tersebut bernama PSF 1812 milik perusahaan Malaysia Keat Lean Fishery dan KM Cahaya Laut milik perusahaan Indonesia PT Mandra Guna Gema Sejati.

Menurut Manahan, selama penggerebekan, TNI AL menemukan lima ton berbagai jenis ikan di PSF 1812 dan 10 ton ikan di KM Cahaya Laut. Total 80 kru dari kedua kapal juga ditahan termasuk Kapten PSF 1812, Kamporn Siris Sawas, dan Kapten KM Cahaya Laut, Phitak Imthua.

“Seluruh kru dan kapten adalah warga Thailand,” kata Manahan.

PSF 1812 ditangkap setelah kapten kapal tidak bisa menunjukkan izin penangkapan ikan sementara KM Cahaya Laut ditahan karena izinnya telah habis.

Manahan mengatakan kedua kapal saat ini berada di Pelabuhan Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Pasal 69 UU No. 45/2009 tentang Perikanan menyatakan kapal-kapal yang dipastikan bersalah dengan bukti yang cukup akibat melakukan penangkapan ikan ilegal harus ditenggelamkan oleh pihak kelautan.

Sejauh ini, Indonesia telah menenggelamkan 33 dari 38 kapal yang melakukan penangkapan ikan ilegal di perairan Indonesia selama tahun 2007 hingga 2012. (MHF)

Sumber: thejakartapost.com

Leave a comment's

Leave a comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

back to top --> //