News


|

Port Link III

Tahun ini, PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP)  menambah tujuh kapal  besar untuk melayani ketersediaan kapal penyeberangan di Pelabuhan Merak – Pelabuhan Bakaheuni. Pelayanan penyeberangan di Merak kerap dikritik karena lebih banyak mengoperasikan kapal tua.

Kedatangan tujuh kapal berukuran besar tersebut, menurut Direktur Utama PT ASDP, Ferry Baskoro adalah untuk memenuhi kebutuhan penumpang yang semakin tinggi. “Kami berharap, datangnya kapal ini akan membantu menghilangkan kemacetan di pelabuhan Merak,” katanya.

Salah satu kapal yang akan digunakan adalah Kapal Port Link III, yang merupakan kapal buatan Jepang tahun 1998. Kapal ini telah diuji coba pada Maret 2013 dan secara berangsur dimodifikasi untuk menyesuaikan dengan kebutuhan angkutan penumpang. Sebelumnya, kapal besar ini kerap beroperasi di kawasan Jeju Island, Korea Selatan. Saat ini,  meski sudah bersandar di Pelabuhan Merak, Kapal Port Link III belum beroperasi karena masih menunggu izin operasi dari pemerintah pusat.

Pelayanan penyeberangan di Pelabuhan Merak kerap dikritik karena sering macet. Hal ini, menurut pengamat kebijakan publik Andrinof Chaniago, karena semua kapal pengangkut berusia tua. Padahal menurutnya, Indonesia adalah negara kepulauan, seharusnya dapat dilayani dengan kapal yang lebih layak. Pemerintah mestinya menganggarkan dana lebih, misalnya Rp 500 miliar hingga Rp 1 triliun dalam APBN untuk menyediakan armada penyeberangan baru.

“Berilah ASDP kapal-kapal yang baru. Kapal swasta mestinya dibatasi usianya hanya 10 tahun,” tukasnya.

Leave a comment's

Leave a comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

back to top --> //