News


JAKARTA – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) akan memulai pekerjaan perbaikan Dermaga I Pelabuhan Padangbai yang rusak parah ditabrak KMP Andika Nusantara milik PT Prima Vista beberapa waktu lalu. Proses perbaikan ditargetkan rampung sebelum masa angkutan liburan Natal dan Tahun Baru 2015.

“Perbaikan keseluruhan dermaga membutuhkan waktu sekitar tiga bulan, tapi kami berupaya keras agar dermaga sudah bisa dioperasikan sementara, secepatnya pada 15 Desember 2014. Itu demi kelancaran arus penumpang dan barang menjelang Natal dan Tahun Baru,” ujar Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry (Persero) Danang S Baskoro dalam keterangan tertulisnya yang diterima Investor Daily di Jakarta, Selasa (11/11).

Danang mengatakan, perbaikan dermaga yang rusak ditabrak kapal milik PT Prima Vista seharusnya menjadi tanggung jawab perusahaan pemilik kapal. Namun, demi kepentingan pelayanan, ASDP Indonesia Ferry akan membiayai terlebih dahulu perbaikan dermaga agar keterlambatan pelayanan penyeberangan tidak semakin lama. “Estimasi biaya perbaikan dermaga lebih dari Rp 15 miliar, dan kami akan gunakan dana kami dulu, supaya dermaga bisa segera operasi dan pelayanan kembali lancar,“ kata Danang.

Sementara itu, Manajer Usaha Pelabuhan Padangbai Arsil menuturkan, tidak beroperasinya dermaga I Pelabuhan Padangbai dipastikan akan mengganggu kelancaran penyeberangan Bali-Lombok dan menyebabkan antrean kendaraan yang akan menyeberang ke Lombok. Untuk mengurangi antrean, ASDP Indonesia Ferry Padangbai Akan mempercepat waktu muat kendaraan ke kapal dari semula 50 menit menjadi 30 menit. “Kendaraan dan bus yang memuat menumpang akan kami prioritaskan untuk menyeberang,” ungkapnya.

Menurut Arsil, upaya yang paling signifikan untuk mengurangi antrean adalah dengan mengoperasikan kapal-kapal yang berkapasitas besar supaya kendaraan yang terangkut di Pelabuhan Padangbai bisa lebih banyak. ”Pengoperasian kapal-kapal bermuatan besar pasti akan sangat membantu, dan kami sudah meminta Otoritas Pelabuhan Penyeberangan sebagai pemilik wewenang untuk memprioritaskan pengoperasian kapal besar,” ujar dia.

Pada bagian lain, Kepala Operasional PT ASDP Indonesia Surabaya Wildan Jazuli mengatakan, perseroan berencana menaikkan tarif penyeberangan Surabaya-Madura (Ujung-Kamal), karena terbebani biaya operasional yang terus melambung dan adanya rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). “Namun untuk kenaikan biaya penyeberangan kami serahkan kepada pemerintah daerah yang akan mengkaji berapa nominal yang cocok bagi semua pihak antara pemilik feri dan penumpang,” ujar dia.

Wildan mengakui, kenaikan tarif itu memang dilematis, karena akan memicu penurunan jumlah pengguna jasa penyeberangan Ujung-Kamal berdasarkan pengalaman di tahun-tahun sebelumnya. Masyarakat akan banyak terbebani dengan kenaikan yang diprediksikan mengalami kenaikan hingga 15%. ”Sementara bila tarif tidak dinaikkan, pemilik feri justru semakin terbebani oleh tingginya biaya operasional,” tuturnya. ( Investor Daily )

 

Leave a comment's

Leave a comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

back to top --> //