News


investasi-aman-650x250

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat, sampai triwulan pertama tahun ini sekitar delapan perusahaan menunjukkan minat berinvestasi, dengan total nilai komitmen US$ 9,34 miliar.

Rencana investasi terbesar datang dari investor asal China dengan nilai  investasi sebesar US$ 5,15 miliar, diikuti Korea Selatan US$ 4 miliar,  serta Australia US$ 150 juta. Sisanya adalah investor asal Jepang, Australia dan Amerika Serikat yang akan menggarap industri perikanan, khususnya pengalengan ikan.

Menurut Ketua Umum Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) Eddy Kurniawan Logam, ketertarikan investor galangan kapal untuk menanamkan modal telah muncul sejak pemerintah menempatkan industri kemaritiman sebagai sektor prioritas yang akan dikembangkan.

Dia berharap investasi baru tersebut akan meningkatkan kapasitas industri galangan di dalam negeri sehingga mampu memproduksi kapal berkapasitas besar di atas 30.000 DWT. “Dengan begitu, investasi baru tersebut tidak mematikan produsen kapal kecil yang sudah ada saat ini,” tuturnya.

Rencana investasi asing di sektor maritim ini didasarkan pada izin prinsip yang diajukan sejumlah perusahaan ke Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sepanjang kuartal I/2015.

 

Sumber: maritimenews.id

Leave a comment's

Leave a comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

back to top --> //