News


pelabuhan sunda kelapa (3)

Lini bisnis asuransi engineering, kapal, dan pertanian diprediksi bakal tumbuh signifikan pada semester II/2015 meski pada periode sebelumnya performa industri asuransi tak menggembirakan.

Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Julian Noor mengatakan pada paruh kedua tahun ini portofolio andalan seperti properti, kendaraan bermotor dan kesehatan masih menjadi penggerak utama pertumbuhan industri.

Namun, ada sejumlah lini bisnis asuransi lainnya yang berpotensi mengalami peningkatan signifikan pada semester II/2015. Salah satu lini bisnis itu, katanya, yakni asuransi engineering. Menurutnya, peningkatan premi asuransi tersebut akan ber tumbuh sejalan dengan dipacunya pembangunan infrastruktur pada paruh kedua tahun ini.

“Semester II/2015 ada beberapa lini bisnis yang dibandingkan semester I/2015 atau semester II/2014 akan meningkat,” ka tanya kepada Bisnis, Rabu (5/8).

Lini bisnis lainnya yang juga berpotensi tumbuh, kata Julian, yakni asuransi kapal. Julian menuturkan lini bisnis tersebut, khususnya asuransi rangka kapal, akan meningkat sejalan dengan adanya kebijakan Kementerian Perhubungan yang mewajibkan asuransi penyingkiran kerangka kapal.

Hal itu termuat dalam Surat Edaran Menteri Perhubungan bernomor AL.801/1/2 Phb 2014 tetanggal 8 Desember 2014 tentang kewajiban mengasuransikan kapal dengan asuransi penyingkiran kerangka kapal dan/atau perlindungan ganti rugi.

Menurut Julian, lini bisnis pertanian juga akan mengalami peningkatan yang sig nifikan pada semester II/2015.

“Memang belum banyak (perusahaan asuransi) yang terlibat dan belum untuk skala nasional sebab masih di 16 sentra produksi padi. Nilai premi tidak besar tetapi akan meningkat signifikan,” katanya.

Sebelumnya, Julian menuturkan kinerja industri asuransi mampu mencapai kisaran 15% ada semester II/2015, setelah hanya tumbuh di kisaran 10%-13% pada semester I/2015.

Peluang realisasi pertumbuhan di atas perkiraan tersebut, lanjutnya, sangat sulit dicapai pada periode tersebut. Menurutnya, pada kuartal II/2015 perlambatan semakin terasa dengan melemahnya lini bisnis kendaraan bermotor.

Namun, dimulainya sejumlah proyek infrastruktur pada awal paruh kedua 2015 diyakini menjadi penggerak bagi pertumbuhan bisnis asuransi. Karena itu, asosiasi optimistis pertumbuhan sektor asuransi mampu mencapai kisaran 15%.

Terpisah, pengamat asuransi Kepler A. Manurung menilai pertumbuhan industri asuransi mampu mencapai kisaran 15% yang ditopang lini bisnis properti dan kendaraan bermotor.

Dia menjelaskan sektor properti sebenarnya mengalami petumbuhan perlambatan. Kendati demikian, lini bisnis tersebut masih memberikan sumbangsih yang besar bagi portofolio industri asuransi.

Menurutnya, hadirnya sejumlah stimulus moneter dapat memacu pertumbuhan premi dari lini bisnis kendaraan bermotor. “Premi dari lini bisnis properti itu renewable, dari bangunan yang sudah berdiri. Properti dan kendaraan bermotor akan terbantu dengan kebijakan penyesuaian nilai kewajiban uang muka.”

Kapler menuturkan kinerja sektor asuransi akan sangat terbantu dengan berjalannya sejumlah proyek infrastruktur.

Sumber: maritimenews.id

Leave a comment's

Leave a comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

back to top --> //