News


BATAM – Awal 2015, Badan Pengusahaan (BP) Batam mulai membangun Pelabuhan Telaga Punggur sehingga kapasitas terminal moda trannsportasi laut utama Pulau Batam, Pulau Bintan, dan ibu kota Provinsi Kepulauan Riau tersebut menjadi 1,5 juta orang per tahun. “Gedung terminal akan dibuat tiga lantai dengan bangunan seluas 1.500 meter persegi dan menelan anggaran Rp 65 miliar. Awal 2015, pembangunan fisiknya dimulai,” kata Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Humas BP Batam Dwi Djoko Wiwoho di Batam, Kepulauan Riau, Selasa (2/12)

Djoko menjelaskan, gedung pelabuhan lama yang dibangun Otorita Batam (sekarang BP Batam) sejak 1985 akan dirobohkan dan diganti dengan bangunan baru dengan kapasitas yang jauh lebih besar. “Fasilitas pelabuhan baru akan dibangun layaknya pelabuhan internasional di Batam. Sebagai wilayah kepulauan, pelabuhan merupakan sarana yang sangat penting di Batam,” ujar dia.

Agar aktivitas penyeberangan dengan kapal feri tidak terganggu, kata dia, BP Batam sudah menyiapkan terminal sementara di kawasan pelabuhan tersebut. “Kondisi yang ada saat ini memang sudah tidak layak. Lokasi parkir juga tidak mampu menampung jumlah kendaraan lagi sehingga semua dirombak dan dibangun area baru,” papar dia.

Nantinya, kata dia, lantai dasar untuk area parkir, lantai dua untuk ruang tunggu keberangkatan, tiket, dan berbagai gerai oleh-oleh dan makanan, sedangkan lantai tiga untuk perkantoran. “Untuk parkir juga sudah disiapkan lahan tambahan sekitar 3,7 hektare (ha) di depan pelabuhan sehingga kapasitas parkirnya akan sangat besar,” ujar dia seperti dikutip dari Antara.

Djoko menambahkan, pembangunan sejumlah infrastruktur masih menjadi Prioritas utama BP Batam pada tahun depan. Pelabuhan Domestik Sekupang di antaranya akan dibangun dengan anggaran Rp 50 miliar sehingga setara dengan pelabuhan internasional yang berada di sebelahnya.

Selain itu, tahun depan, Bandara Internasional Hang Nadim Batam akan dikembangkan termasuk perluasan apron dan penambahan kapasitas terminal penumpang yang kini sudah sangat padat.

Sementara itu, Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I Cabang Dumai Riau disinggahi pertama kali oleh kapal kontainer produk makanan minuman dan bahan material dalam negeri pada awal pekan ini. Manager Usaha Terminal Pelindo I Cabang Dumai Budi Rusdiyanto mengatakan, kegiatan bongkar muat peti kemas d KM Belikmas 8.100 DWT sepanjang 120 meter itu dilakukan di Dermaga C yang kini telah dilengkapi sejumlah fasilitas dan sarana yang memadai. “Tahun 2015, pelabuhan peti kemas dipersiapkan makin matang dan lengkap untuk memenuhi keinginan pengguna jasa kepelabuhanan jenis kapal kontainer,” kata dia.

Pelindo I menilai Pelabuhan Dumai sudah siap dan sangat layak untuk menjadi tempat kegiatan bongkar muat peti kemas guna mendukung perluasan usaha yang menguntungkan. Di samping itu, Pelindo I tetap akan melengkapi seluruh fasilitas dan sarana di area kepelabuhanan dengan berbagai infrastruktur yang dibutuhkan, seperti penerangan, peningkatan ruas jalan, dan air bersih. “Pelayanan aktivitas petikemas akan dimaksimalkan lagi ke depannya, karena kami memandang ini adalah prospek yang sangat menguntungkan bagi perusahaan dan kemajuan pembangunan daerah,” jelas dia. (Investordaily)

 

Leave a comment's

Leave a comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

back to top --> //