News


World-Bank-Logo

Jakarta – Indonesia merupakan negara ketiga terbesar di dunia dalam penggunaan energiĀ  panas bumi untuk menghasilkan tenaga listrik pada tahun 2014, setelah Amerika Serikat dan Filipina. Namun, sebagian besar potensi panas bumi di Indonesia masih belum termanfaatkan. Selain itu, investasi dalam bidang energi panas bumi masih terbatas karena terhambat oleh tingginya biaya dan risiko investasi awal.

Menurut laporan terbaru Bank Dunia di Bulan Juli, Pemerintah Indonesia menyadari potensinya sebagai sumber energi masa depan, dan telah menempuh berbagai upaya untuk mendorong pembangunan pada sektor tersebut. Dari data yang dilansir dari laman Bank Dunia, Fasilitas Dana Geothermal di bawah Kementerian Keuangan sudah dibentuk pada tahun 2012, dan dimulai dengan dana publik sebesar 200 juta dolar AS. Tujuannya adalah untuk membantu pendanaan pengeboran eksplorasi, sehingga menurunkan biaya maupun risiko investasi.

Selain itu, rencana peta (roadmap) Pengembangan Panas Bumi tahun 2012-2025 diterbitkan dan kemudian disertakan ke dalam Kebijakan EnergiĀ  Nasional tahun 2014. Juga pada tahun 2014 diterapkan batas atas tarif panas bumi yang baru dan UU nomor 21 Tahun 2014 tentang Panas Bumi. Ke depannya, Bank Dunia berharap pemerintah Indonesia dapat mewujudkan program terkait energy panas bumi tersebut, dimana perkiraan sumber daya panas bumi Indonesia diperkirakan sekitar 40 persen dari potensi sumber daya panas bumi dunia, yang cukup untuk menghasilkan tenaga listrik sebesar 27.000 MW.

Sumber: kemenkeu.go.id

Leave a comment's

Leave a comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

back to top --> //