News


JAKARTA-Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) mendesak pemerintah untuk serius membenahi strategi hilirisasi produk perikanan di Tanag Air. Upaya tersebut akan menjadi kunci perombakan arah pertumbuhan ekonomi perikanan untuk lima tahun ke depan, yakni dari sebelumnya berbasis peningkatan produksi menjadi peningkatan nilai tambah.

Ketua Dewan Pembina KNTI Riza Damanik mengatakan, pemerintah melalui naskah final Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM) 2015-2019 telah menargetkan peningkatan ekspor perikanan hingga dua kali lipat, yakni dari US$ 5,86 miliar pada 2015 menjadi US$ 9,54 miliar pada 2019. “Untuk mencapai target itu, upaya pemberantasan pencurian ikan dan menutup kerugian negara dari penggelapan pajak perikanan harus sebangun dengan strategi pembesaran kapasitas produksi pengolahan ikan di Indonesia,” kata dia di Jakarta, Senin (19/1).

Riza menuturkan, terdapat dua tantangan yang dihadapi pemerintah dalam membenahi kualitas ekonomi perikanan. Pertama, saat ini tingkat kepatuhan perusahaan ikan dalam membangun unit pengolahan ikan (UPI) sangat rendah. Dari lebih 1000 kapal eks asing yang mendapat surat izin usaha perikanan (SIUP) dan beroperasi di 2014, hanya terbangun 33 UPI. Padahal, Indonesia berpeluang membangun sedikitnya 150 UPI. Kedua, insentif peningkatan modal usaha perikanan di atas 10% hingga 2019 belum mensyaratkan alokasi khusus untuk kegiatan pascatangkap.

Sesuai peraturan menteri tentang usaha perikanan tangkap, salah-satu syarat untuk memiliki SIUP adalah surat pernyataan bermeterai cukup dari pemilik kapal atau penanggung jawab perusahaan yang menerangkan salah satunya kesanggupan membangun atau memiliki UPI atau bermitra dengan UPI yang telah memiliki sertifikat kelayakan pengolahan (SKP) bagi usaha perikanan tangkap terpadu. “Agar tidak memunculkan kegaduhan yang tidak berkesudahan, pemerintah harus menyambungkan proses penegakan hukum dan pembenahan perijznan dengan memberi prioritas insentif permodal untuk kegiatan pengolahan ikan. Peluang ini akan membuka kesempatan kepada organisasi-organisasi nelayan terlibat mengelola kegiatan pasca tangkap” kata dia. (Investor Daily)

Leave a comment's

Leave a comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

back to top --> //