News


asia-pasific-oil-gas-discussion1-650x250

Pada Februari lalu, terjadi pembajakan kapal tanker minyak di Selat Malaka yang memisahkan Indonesia dengan Malaysia, Singapura, dan Thailand. Para perompak membajak 2.000 metrik ton bunker minyak dan lima metrik ton diesel dari kargo bahan bakar tanker dan memasang peledak saat menjauhi kapal. Untungnya, hal tersebut dilakukan tanpa persiapan sehingga tidak melukai kru kapal.

Setiap hari, 15,2 juta barel minyak mentah dan minyak tanah diangkut melalui Selat Malaka karena jalur tersebut merupakan jalur terpendek antara Teluk Persia sebagai penyuplai dan Asia Timur sebagai pasar namun Asia terus menjadi wilayah dengan tingkat pembajakan tertinggi di dunia. Menurut saluran berita Vice News, 75% serangan bajak laut di dunia terjadi di perairan Asia dan terus meningkat. Sebanyak 183 dari 245 kasus serangan bajak laut berencana yang terjadi pada tahun 2014 terjadi di wilayah tersebut.

Forum Keamanan Minyak dan Gas Asia Pasifik 2015 yang diselenggarakan oleh IRN pada 21 – 22 Mei mendatang di Bangkok akan membahas seluruh masalah keamanan yang dihadapi perusahaan minyak saat beroperasi di wilayah tersebut, termasuk topik keselamatan dan keamanan di perairan Asia Tenggara; kejahatan kargo di Malaysia – ancaman oknum dan keamanan maritim di Laut Tiongkok Selatan.

Ahli keamanan juga akan berpartisipasi pada diskusi panel yang akan membahas teknologi keamanan terkini untuk pemasangan alat di lepas pantai dengan solusi masalah terkait kunjungan pihak tak berwenang.

 

Sumber: maritimenews.id

Leave a comment's

Leave a comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

back to top --> //