News


JAKARTA—Dua badan usaha milik negara, PT Pelayaran Nasional Indonesia dan PT Pelindo IV masing-masing mendapat bantuan dana Rp500 miliar dan Rp2 triliun dalam skema penyertaan modal negara yang akan digunakan untuk mendukung Infrastruktur.

PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) berencana menggunakan dana Rp500 miliar yang diberikan pemerintah dalam skema penyertaan modal negara (PMN) untuk membeli enam unit kapal kontainer.

Elfien Guntoro, Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha PT Pelni mengatakan pada tahun ini perusahaan akan mengembangkan usaha ke arah angkutan barang. Pengembangan usaha ini sejalan dengan rencana pemerintah memberikan pelayanan jasa angkutan laut melalui gagasan tol laut.

Menurutnya, perusahaan akan mendapat bantuan dana Rp500 miliar dalam PMN yang diajukan ke Kementerian BUMN yang kemudian diteruskan ke Kementerian Keuangan untuk mendapat persetujuan dari DPR. “Rencana investasi PMN kapal barang kontainer untuk tol laut,” katanya, Senin (12/1).

Nantinya, pengoperasian kapal tersebut akan banyak berada di wilayah timur Indonesia, khususnya pada pengangkutan bahan pokok. Dengan terobosan ini maka diharapkan gejolak dan kesenjangan harga antara wilayah barat dan timur Indonesia semakin dapat dikurangi.

Kendati demikian, perusahaan akan tetap menjalankan tugasnya memberikan pelayanan transportasi laut penumpang sesuai dana public service obligation (PSO) yang diberikan pemerintah. “Sekarang kami juga sedang mencoba kembangkan ini, di luar penumpang.”

Di sisi lain, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV akan menerima dana Rp2 triliun dari pemerintah dalam skema yang sama. Perusahaan akan mendapatkan dana dalam APBN-P 2015 yang rencananya akan dikucurkan pada Februari 2015.

RUJUKAN KINERJA

Direktur Transportasi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Bappenas Bambang Prihartono mengatakan PMN itu seiring dengan rencana pemerintah mengimplementasikan gagasan tol laut.

Pemerintah hanya memberikan dana melalui skema PMN hanya untuk Pelindo IV, sedangkan Pelindo I, II dan III akan menggunakan dana dari kantong perusahaan.

Menurutnya, pemberian dana yang hanya ditujukan ke Pelindo IV merujuk dari kinerja keuangan perusahaan semata. “Pemerintah pusat sedang menyiapkan infrastruktur, untuk dana Rp2 triliun diusahakan akan turun Februari hanya untuk Pelindo IV.”

Laporan The Global Competitiveness Report 2013-2014 yang dirilis World Economic Forum, kondisi infrastruktur transportasi nasional masih tertinggal jauh ketimbang negara tetangga. Untuk kualitas jalan, Indonesia hanya berada di peringkat ke-72 dengan skor nilai 3,9, sedangkan infrastruktur kereta api berada di peringkat 41 dengan skor nilai 3,7. Khusus infrastruktur pelabuhan, nilai Indonesia hanya 4,0 dan tercecer di posisi ke-77.

Dalam konsep tol laut Bappenas, akan dikembangkan 24 pelabuhan di Indonesia dengan anggaran Rp699,99 triliun. Secara rinci, peruntukan dana itu antara lain untuk membangun 24 pelabuhan Rp243,7 triliun dan Rp7,5 triliun untuk mengembangkan pelabuhan kecil dan pengadaan kapal.

Selain itu, Bappenas juga meminta seluruh operator pelabuhan mengembangkan pelabuhan yang mendekat ke arah kawasan industri, di samping meningkatkan kualitas sumber daya manusia. (Bisnis Indonesia)

Leave a comment's

Leave a comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

back to top --> //