News


JAKARTA—Ekspor benih ikan kerapu akan disetop agar lebih banyak nilai tambah yang diperoleh di dalam negeri serta untuk mendukung peningkatan produksi perikanan budi daya.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bakal mengeluarkan peraturan baru yang akan melarang ekspor benih kerapu tersebut. Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan KKP Saut P. Hutagalung mengatakan selama ini nilai tambah dari budidaya kerapu banyak dirasakan oleh Malaysia dan Vietnam.

“Yang sangat menikmati benih itu Malaysia dan Vietnam. Benihnya diekspor dari kita tapi dibesar kan di sana. Jadi nilai tambahnya di dia [negara importir benih kerapu],” katanya saat ditemui Bisnis, Jumat (30/1).

Dia menambahkan sebagian dari benih kerapu ini akan disebar ke alam untuk memperkaya stok kerapu. Kemudian, sebagian lagi akan digunakan untuk meningkatkan produksi perikanan budidaya. Saut menuturkan benih kerapu yang diekspor selama ini merupakan benih dengan kualitas paling tinggi.

Sementara itu, benih kerapu yang dikembangkan di dalam negeri merupakan sisanya. “Yang ke Vietnam dan Malaysia selalu grade A, yang bagus, yang mahal. Pembudidaya kita beli yang murah, grade B.”

Dia menambahkan pengembangan benih kerapu grade B akan menghasilkan kerapu yang tidak bagus. Bahkan, harga kerapu dari benih itu hanya sepertiga dari kerapu yang dihasilkan dari benih grade A.

Ditanya mengenai jumlah ekspor benih kerapu, Saut menyatakan tidak mengetahui hal tersebut. Pasalnya, selama ini ekspor benih kerapu tidak terdeteksi. “Nanti begitu dilarang pasti ketahuan. Karena nanti pasti ribut. Akan keluar datanya,” katanya.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan selama ini benih kerapu diproduksi oleh Unit Pelaksana Tugas (UPT) KKP. Menurutnya, ekspor benih kerapu ini memang tidak boleh dilakukan.

“UPT kita kan produksi benih jadi ke depan akan dibudidayakan. Nanti kedepan biar nelayan laut lebih makmur,” katanya.

Nantinya, dia menambahkan UPT-UPT penghasil benih kerapu ini akan mendapat surat larangan ekspor dari pemerintah pusat. Pasalnya, hal tersebut kerap terjadi meski sudah ditekankan bahwa UPT tidak berorientasi pada keuntungan.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto mengatakan Indonesia memang sudah mampu memproduksi benih kerapu sendiri lewat pembudidayaan. Tahun lalu saja, produksi benih kerapu mencapai 100 juta ekor yang salah satunya dari UPT.

Menurutnya, selama ini UPT-UPT benih kerapu memang tidak melakukan ekspor. “Sebetulnya kemarinpun tidak melaku kan ekspor. Balai-balai kita tidak ekspor. Tapi selama ini banyak swasta yang ekspor,” katanya.

Slamet mengkhawatirkan ekspor benih yang selama ini dilakukan akan semakin menurunkan produksi kerapu. Pasalnya, produksi benih kerapu semakin meningkat, tetapi produksi kerapu budi daya kian menurun. (Bisnis Indonesia)

Leave a comment's

Leave a comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

back to top --> //