News


tambang-bauksit-635x350

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan tidak akan memberi relaksasi ekspor mineral mentah. Pemerintah berkomitmen tetap meningkatkan nilai tambah mineral lewat hilirisasi.

Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan sikap pemerintah mengenai larangan ekspor mineral sudah jelas. Menurutnya, relaksasi ekspor mineral mentah tidak sejalan dengan semangat hilirisasi yang diusung pemerintah selama ini.

“Kami komitmen untuk menaikkan nilai tambah mineral lewat hilirisasi. Sikap pemerintah sudah jelas, tidak ada relaksasi ekspor mineral mentah,” kata Sudirman dalam jumpa pers, Senin (7/9), di Jakarta.

Sudirman melanjutkan, pemberian relaksasi ekspor lebih besar mudaratnya daripada melanjutkan pembangunan unit pengolahan dan pemurnian mineral (smelter). Ada risiko, seperti masalah hukum di lapangan, masalah konsistensi kebijakan, dan penyelundupan.

“Kami ingin menghargai pengusaha yang sudah bersusah-payah membangun smelter selama bertahun-tahun, taat aturan, dan menahan tidak mengekspor bijih mentah. Jadi, kami sudah memutuskan tidak ada insentif macam ini (relaksasi ekspor). Tidak ada lagi pembahasan mengenai masalah ini,” ucap Sudirman.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, sampai Juli 2015, tercatat ada 72 unit pengolahan yang sedang dibangun dengan berbagai macam kemajuan. Ada tujuh jenis unit pengolahan yang dibangun, yaitu nikel (35 unit), bauksit (7), besi (8), mangan (3), zirkon (11), timbal dan seng (4), serta kaolin dan zeolit (4). Dari 72 unit pengolahan itu, ada 25 unit yang sudah memasuki tahap uji coba dan mulai berproduksi.

Sumber: maritimenews.id

Leave a comment's

Leave a comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

back to top --> //