News


Sino Iron

Freeport-McMoran Inc mulai menyortir portofolio aset yang dimiliki setelah miliarder Carl Ichan membeli saham di perusahaan tersebut. Raksasa pertambangan dunia tersebut telah menyewa JP Morgan Chase & Co untuk menilai dan mengeksplorasi pilihan aset yang tepat bagi Freeport.

Sumber Bloomberg berbisik, Freeport sedang mempertimbangkan beberapa pilihan termasuk pemotongan biaya, pengurangan modal dan penjualan aset. Namun, perwakilan untuk Freeport dan JP Morgan menolak berkomentar soal kabar tersebut.

Kinerja keuangan FreeportMcMoran tergilas oleh penurunan harga komoditas berkepanjangan.

Sepanjang tahun ini, harga perdagangan tembaga longsor hingga 18%. Alhasil, sejak awal tahun hingga saat ini, harga saham Freeport anjlok hampir 60%.

Sepanjang enam bulan pertama tahun ini, Freeport melaporkan rugi bersih sekitar US$4,16 per saham. Khusus di kuartal kedua tahun ini, Freeport menderita kerugian bersih sebesar US$1,85 miliar atau US$1,78 per saham.

Pada Kamis pekan lalu, perusahaan yang berkantor pusat di Phoenix, Amerika Serikat (AS) ini mengumumkan bakal menggunting belanja modal di tahun 2016 sebesar 25% atau sekitar US$700 juta.

Tadinya, Freeport menganggarkan dana senilai US$5,6 miliar untuk membiayai seluruh kegiatan operasionalnya di tahun depan. Sementara, belanja modal di sepanjang Tahun Kambing Kayu ini dialokasikan sebanyak US$6,3 miliar.

Bukan cuma biaya yang dipangkas, jumlah produksi tambang Freeport juga dikurangi. Produksi tembaga Freeport di tahun ini hanya mencapai 150 juta pon. Kemudian, di tahun 2017, Freeport akan kembali menurunkan produksi tembaga hingga 20%. Begitupun juga dengan biaya eksplorasi mineral akan diturunkan dari US$100 juta menjadi US$50 juta.

Indonesia

Produsen tembaga dan emas ini mengoperasikan beberapa tambang di negara-negara seperti Amerika Utara, Amerika Selatan, Indonesia dan Afrika.

Di Indonesia, Freeport biasanya memproduksi 220.000 ton bijih tembaga per hari. Namun, sejak 25 Juli 2015 lalu, pengiriman dari tambang Papua melambat.

Dalam kondisi normal, Freeport bisa membuat empat sampai enam kali pengiriman per bulan dari tambang di Papua. Mengutip Reuters, Freeport hanya melakukan dua kali pengiriman konsentrat tembaga pada Agustus 2015.

Freeport juga telah mengurangi 650 pekerja di tambang tembaga El Abra di selatan Chili.

Sumber: maritimenews.id

Leave a comment's

Leave a comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

back to top --> //