News


|

IMO

Indonesia mengirim sejumlah utusan menghadiri sidang ke 93 International Maritime Organization (IMO) di London pertengahan Mei 2014 ini. Kehadiran Indonesia terkait dengan agenda mendorong keselamatan pelayaran di kawasan Selat Malaka.

Perwakilan dari Indonesia terdiri dari staf Direktorat Perkapalan Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Biro Klasifikasi Indonesia (BKI), Kementerian Luar Negeri, serta perwakilan tetap Indonesia di forum tersebut.

Kehadiran Indonesia di Forum IMO pada 14-23 Mei 2014 ini memiliki agenda spesifik, diantaranya peluncuran pamflet keselamatan pelayaran di perairan Selat Malaka dan Selat Singapura (SOMS) dengan topik “safe Passage pamphlet for The Straits of Malacca and Singapore”.  Selain itu, Indonesia juga akan menyampaikan pernyataan penting terkait keselamatan pelayaran di perairan Selat Malaka.

Delegasi dari Indonesia pun akan berpartisipasi dalam pembahasan agenda penting lainnya di sidang plenary dan sidang working group. Salah satu keterlibatan Indonesia adalah working group khusus untuk Keselamatan Kapal Penumpang (Passenger Ship Safety) yang dilatarbelakangi tenggelamnya kapal pesiar Costa Concordia di Italia pada 13 Januari 2012 lalu. Selain itu, Indonesia akan mengikuti drafting group khusus untuk pertimbangan dan persetujuan perubahan-perubahan baru terhadap sejumlah ketentuan wajib IMO (Consideration and Adoption of Amendments to Mandatory Instruments).

Pada IMO tahun ini baik Indonesia, Malaysia maupun Singapura menegaskan komitmen bersama untuk meningkatkan keselamatan pelayaran dan perlindungan lingkungan maritime di Selat Malaka dan Selat Singapura (SOMS).  (Ast/diolah dari berbagai sumber)

Leave a comment's

Leave a comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

back to top --> //