News


| |

ShipYard

Industri  pertahanan Indonesia sudah waktunya melibatkan  industri shipyard di Batam, dalam membuat dan memperbaiki kapal perang. Keahlian industri shipyard di dalam negeri sudah tersertifikasi secara internasional, sehingga kompeten dalam mendukung alutsista Indonesia.

Selama ini, industri shipyard yang ada di Batam masih terbatas digunakan untuk keperluan industri sipil di dalam negeri. Padahal, selain membuat dan memperbaiki kapal-kapal sipil, kita juga sudah mampu melakukan hal yang sama untuk kapal-kapal perang.

Saat ini, di Batam terdapat lebih dari 200 industri di bidang perkapalan dan telah menjadi industri perkapalan  terbesar di Indonesia. Meski secara daya saing industri perkapalan dalam negeri masih bergantung pada komponen impor, produk industri manufaktur maritim di dalam negeri terus tumbuh dan memiliki daya saing tinggi.

“Untuk potensi industri kapal perang sendiri, hingga oktober 2013 terdapat sekitar 19 perusahaan galangan kapal di Batam yang sudah tersertifikasi internasional ship and port facility (ISPS) code,” ujar Kepala Badan Pengusahaan Batam, I Wayan Subawa.

Potensi yang telah tersertifikasi ini, kata Wayan, dapat dimanfaatkan Negara untuk mendukung industri alutsista nasional, khususnya TNI Angkatan Laut.  Sertifikasi yang dimiliki industri shipyard di Bata mini juga menjadi jaminan perusahaan galangan kapal di wilayah ini berstandar internasional.

Leave a comment's

Leave a comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

back to top --> //