News


JAKARTA—Pemerintah Provinsi Jawa Barat berniat ikut andil menanamkan modal pada pembangunan Pelabuhan Cilamaya, Karawang, Jawa Barat, yang diprediksi menelan investasi hingga Rp34,5 triliun.

Ahmad Heryawan, Gubernur Jawa Barat, mengatakan tidak menutup kemungkinan Jabar akan mengucurkan investasi pada pembangunan Cilamaya.

Menurutnya, Jabar dan pemerintah pusat telah bekerja sama urun dana pada proyek pembangunan Bandara Kertajati di Majalengka. “Ada [keinginan]. Tidak masalah. Nantilah kalau [membahas] porsi [investasi],” ujarnya, Selasa (2/11).

Pria yang akrab disapa Aher ini menyambut baik keinginan investor asing seperti Jepang untuk ikut menanamkan modal membangun Cilamaya. Namun, katanya, jika PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II ikut urun dana menjadikan Cilamaya satu kesatuan dari Tanjung Priok, tentunya Pemprov akan sangat mengapresiasi. “Kalau saya dirusuh milih Jepang atau Pelindo, yang bangun di Cilamaya, saya pilih Pelindo,” ucapnya.

Hingga saat ini, katanya, Pemprov masih menunggu adanya kepastian pembangunan Cilamaya karena rencana pembangunan pelabuhan itu masih dibahas oleh pemerintah pusat lintas kementerian yang dikoordinasikan dengan Kementerian Koordinator Perekonomian.

Kemeterian Perhubungan selaku kementerian teknis telah mengusulkan pergeseran alur pelayaran Cilamaya 3.000 meter ke arah barat dengan jarak bebas anjungan sejauh 5.000 meter agar tidak menggangu pipa milik PT Pertamina.

Usulan itu merupakan tindak lanjut dari hasil kajian konsultan independen Mott McDonald dan DNV-GL serta Booz & Co sebagai Supervisor Consultant pada Juni 2014.

Untuk memastikan tidak mengganggu pipa PT Pertamina, sepanjang alur pelabuhan di Cilamaya juga akan diberikan sinyal-sinyal sebagai penanda jalur pelayaran kapal, sekaligus menentukan lokasi larangan melego jangkar di beberapa titik yang terdapat pipa gas.

Bagi Jabar, sambung Aher, Cilamaya akan menjadi pilihan bagi kawasan industri di provinsi itu yang selama ini menggunakan jasa Pelabuhan Tanjung Priok untuk mendistribusikan barang.

Pada saat ini, sekitar 47% arus barang di Tanjung Priok berasal dari Karawang, Bekasi, dan Cikarang, sedangkan 25% berasal dari DKI Jakarta, 20% dari Tangerang dan 8% berasal dari Bogor.

Selain itu, katanya, keberadaan Cilamaya juga akan berdampak positif bagi Jabar karena akan menyerap banyak tenaga kerja, sekaligus dapat mensti mulus pertumbuhan ekonomi secara nasional. (Bisnis Indonesia)

Leave a comment's

Leave a comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

back to top --> //