News


devisa

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengidentifikasi adanya minat investasi Jepang sebesar US$641,9 juta, yang terdiri dari US$134,9 juta perluasan investasi yang sudah existing dan US$507 juta investasi yang baru akan masuk ke Indonesia.

Kepala BKPM Franky Sibarani menyatakan minat investasi tersebut teridentifikasi dalam kegiatan pemasaran investasi selama tiga hari di Jepang, 28-30 Juli 2015.

Franky menambahkan, perluasan investasi yang sudah existing meliputi industri popok bayi senilai US$8,1 juta, industri conveyor belt US$54,2 juta dan industri wire harness US$72,6 juta.

“Sementara itu, untuk minat investasi yang baru akan masuk ke Indonesia meliputi industri pengolahan rumput laut US$2 juta, industri komponen otomotif US$2,5 juta, sektor ketenagalistrikan US$500 juta dan industri boiler sebesar US$2,5 juta,” kata Franky dalam keterangan tertulisnya, Senin (3/8).

Menurutnya, apabila minat investasi tersebut dapat terealisasi, terdapat potensi penyerapan tenaga kerja langsung sebanyak 10.475 orang, yang terdiri dari industri komponen otomotif 10.000 orang, industri popok bayi 220 orang, industri conveyor belt 100 orang, industri pengolahan rumput laut 55 orang dan industri boiler 100 orang.

Sumber: maritimenews.id

Leave a comment's

Leave a comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

back to top --> //