News


kapal pt asmi

Kapal landing craft tank (LCT) milik PT Asmi yang mengangkut ratusan ton bahan peledak karam di Sungai Barito perairan Desa Palingkau, Kecamatan Bakumpai, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, pada Sabtu (20/6) dini hari. Hingga kini polisi masih mendalami, tujuh anak buah kapal telah diperiksa.

“Ada tujuh anak buah kapal dari kapal milik PT Asmi yang telah kami periksa dan mintai keterangan. Kemungkinan saksi akan bertambah menunggu yang lainnya pulih dari shok,” kata Kapolda Kalsel Brigjend Agung Budi Maryoto di Banjarmasin, Selasa (23/6). Demikian tulis Antara.

Dia mengatakan, selain meneliti tata cara pengangkutan bahan peledak serta jumlah muatannya, penyidik Polda Kalsel juga akan melihat mengenai perizinan dari bahan peledak itu.

Detail kapal mengangkut bahan peledak jenis Amonium Nitrat sebanyak lebih kurang 300 ton, detonator 7580 pieces dan dinamit sebanyak 2.100 kilogram.

Bahan peledak sebanyak itu rencana mau dibawa ke Kabupaten Kapuas di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), namun saat dalam perjalan mesin bagian kanan diduga rusak.

Dengan arus yang cukup deras saat itu sang nahkoda kapal mencoba untuk menepikan kapal, tapi kapal malah kandas dan miring hingga akhirnya seluruh muatan yang berada di dalam kapal LCT itupun terbalik di perairan Desa Palingkau, Kabupaten Batola, Kalimantan Selatan (Kalsel).

Untuk bahan peledak yang tenggelam saat itu juga sudah dilakukan penyelaman, dan diambil oleh pihak Ditpolair dan Sat Brimob Polda Kalsel selanjutnya disimpan di gudang Bahan Peledak (Handak) di Martapura.

Sementara itu di sekitar lokasi karam, sudah dipasang garis polisi dan dilakukan penjagaan selama 24 jam untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Sumber: bakorkamla.go.id

Leave a comment's

Leave a comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

back to top --> //