News


JAKARTA—Sejumlah pengusaha asuransi menyatakan kesulitan memberikan proteksi bagi kapal kecil, terkait dengan aturan yang dikeluarkan Kementerian Perhubungan soal kewajiban pemilik kapal mengasuransikan Kapalnya

Head Of Directorate Human Capital & General Administration PT Asuransi Central Asia (Aca) A. Anton Lie menyatakan dengan adanya penegasan dari regulator tersebut, pertumbuhan industri asuran si, terutama untuk lini marine hull dan marine cargo diharap kan semakin meningkat.

Namun demikian, Anton menilai dengan kewajiban ini perlu ada dukungan kebijakan dari pemerintah. Pasalnya untuk kapal-kapal yang banyak beroperasi di daerah dan tergolong jenis kapal kecil, para pelaku asuransi cenderung untuk menghindari penjaminan jenis kapal ini.

“Karena untuk kapal kecil [dibawah 200 Gt] kontrolnya susah seperti kejelasan pemilik, ketaatan izin, hingga umur kapal yang masih dimungkinkan untuk dijaminkan,” jelas Anton, Senin (2/2).

Apalagi, para pelaku asuransi akan tergantung dari kebijakan reasurandur dalam menerima sebuah kapal dapat ditanggung atau tidak.

Untuk itu, Anton menyarankan pemerintah melalui otoritas keuangan untuk membentuk produk asuransi santunan untuk kapal yang dikategorikan kecil ini.

Salah satu perusahaan asuran si yang memasang target tinggi lainnya pada asuransi marine adalah PT Asuransi Jasa Tania Tbk. (Jastan).

Direktur Jastan Ade Zulfikar menyatakan pihaknya telah mulai menggarap kedua potensi ini sejak dua tahun terakhir. Bahkan perusahaan menargetkan lini usaha asuransi marine menjadi salah satu pilar utama perusahaan dalam menghasilkan premi pada 2015.

Perusahaan asuransi lainnya, PT Asuransi Sinar Mas memasang target kenaikan premi mencapai 200% pada 2015 dari asuransi marine. “Pada 2014 marine menyumbang Rp50 miliar, jadi targetnya sekitar dua kali lipat,” jelas Dumasi M.M. Samosir, Direktur Asuransi Sinar Mas.

Dia menambahkan, untuk lini usaha marine, baik rangka kapal maupun cargo, pihaknya memberikan fokus khusus. “Kami gencar melakukan training khusus mengenai marine sejak akhir tahun lalu,” katanya.

POLIS RUMIT

Menurut Dumasi, polis asuransi marine merupakan salah satu polis asuransi yang cukup rumit. Tingginya risiko terutama dibidang kelautan terlihat dari laporan Allianz Global Corporate & Specialty, Safety and Shipping Review 2014. Allianz mencatat laut di sekitar Indonesia hingga Filipina menjadi area paling berbahaya.

Cukup tingginya risiko asuransi marine juga terbukti dari pernyataan Warsito Sanyoto, seorang investigator asuransi. Dia menyebutkan, marine cargo, adalah salah satu jenis asuransi yang klaimnya paling banyak dimanipulasi oleh nasabah.

“Ada banyak orang yang mencari keuntungan dengan berbagai cara, termasuk dengan memanipulasi atau merekayasa klaim asuransi. Dari begitu banyak kasus yang saya temui, asuransi marine cargo adalah yang paling banyak,” paparnya.

Julian Noor, Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia menyatakan asosiasi tengah mendiskusikan kebijakan ini sehingga belum dapat memberikan pernyataan.

Tak hanya dibidik oleh perusahaan asuransi, para pialang juga mulai menaruh perhatian lebih pada lini asuransi marine. Tim penasihat Asosiasi Perusahaan Pialang Asuransi Indonesia (Apparindo) Freddy Pieloor mengatakan tahu ini, para pialang asuransi akan mengambil peluang dari masih banyaknya kapal yang belum diasuransikan. Bisnis Indonesia

Leave a comment's

Leave a comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

back to top --> //