News


JAKARTA, KOMPAS — PT Pelni (Persero) siap mengubah kapal-kapal miliknya menjadi kapal tanpa kelas. Dengan langkah itu, diharapkan penumpang akan lebih banyak dan lebih nyaman.

”Perubahan desain kapal ini sesuai anjuran Menteri Perhubungan beberapa waktu lalu,” kata Direktur Armada dan Teknik PT Pelni AM Sodikin, di Jakarta, Rabu (24/12).

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan dalam kunjungan kesiapan angkutan Natal dan Tahun Baru di Pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara, mengusulkan,sebaiknya kapal-kapal Pelni tidak berkelas. Selama ini kapal penumpang Pelni mempunyai kelas ekonomi, kelas I, dan kelas II.

”Sebaiknya kapal Pelni hanya satu kelas saja, tetapi harus layak dan nyaman. Tarifnya juga hanya satu. Nanti pemerintah akan menyubsidi dengan PSO (public service obligation),” kata Jonan.

Kapal dengan satu kelas itu nantinya digabung dengan barang sehingga pendapatan Pelni bertambah. Selain itu, Pelni juga harus melayani pelayaran ke pulau-pulau yang selama ini belum ada angkutan barangnya.

”Dengan begitu, akan mendorong pertumbuhan di pulau-pulau tersebut,” ujar Jonan.

Menurut Jonan, selama ini kelas I dan kelas II di beberapa rute kapal Pelni tidak laku. Untuk rute Jakarta-Belawan (Medan), misalnya, kelas I dan kelas II tidak laku karena di rute itu tersedia penerbangan berbiaya murah.

”Orang yang mampu membayar lebih tentu akan memilih menggunakan pesawat terbang. Perjalanan hanya sekitar dua jam, lebih menarik daripada perjalanan tiga hari hari dua malam,” kata Jonan.

Sodikin mengatakan, pada tahap awal, kapal tanpa kelas baru bisa diterapkan untuk rute-rute tertentu, terutama rute yang sudah menyediakan layanan penerbangan. Adapun untuk rute yang masih belum terjangkau layanan penerbangan, permintaan kelas I dan II tetap ada.

”Di rute-rute Indonesia timur, kapal tanpa kelas masih sulit dilaksanakan,” ujarnya. (Kompas)

Leave a comment's

Leave a comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

back to top --> //