News


JAKARTA—PT Pelabuhan Indonesia I menargetkan pembangunan tahap pertama dan tahap kedua Pelabuhan Kuala Tanjung di Sumatra Utara selesai pada 2019 untuk memperkuat konektivitas dan meningkatkan kinerja logistik.

Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I Bambang Eka Cahyana menjelaskan keseluruhan proyek pelabuhan laut dalam (deep sea port) Kuala Tanjung terdiri dari empat tahapan.

“Namun, kami fokus untuk tahap pertama dan kedua dulu,” tegasnya seusai Seminar Pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung, Rabu (21/1).

Untuk tahap selanjutnya, dia mengatakan pengerjaannya akan bergantung pada proses tahap pertama
dan kedua . BUMN itu hanya melakukan pe rencanaan dalam lima tahun terlebih dahulu.

Pada tahap pertama, dia memfokuskan pekerjaan pembangunan pelabuhan multipurpose senilai US$400 juta atau sekitar Rp4,9 triliun dengan kapasitas tiga juta ton crude palm oil (CPO).

Bambang menambahkan pada konstruksi tahap pertama bekerja sama dengan PT Waskita Karya (Persero) dan PT Pembangunan Perumahan (Persero). Pemegang saham dari proyek tahap pertama itu adalah Pelindo I sebesar 55%, sementara Waskita dan PT PP memegang sisanya sebesar 45%. Proyek tahap pertama mulai dikerjakan pada Maret 2015 dan ditargetkan selesai pada 2018.

“Kenapa cepat pengerjaannya, karena konstruksinya decompile. Dermaga dan coast waynya nanti di atas tiang pancang,” tegasnya.

Rencananya, groundbreaking untuk tahap pertama multipurpose port itu akan dilakukan pada 27 Januari 2015 oleh Presiden Joko Widodo.

Untuk lapangannya, paparnya, Pelindo I tidak perlu melakukan reklamasi. Bambang menyatakan perusahaan sudah menyiapkan tanah 40 hektare (ha).

Pelindo I, imbuhnya, menyiapkan dana Rp1 triliun dari total biaya proyek tahap pertama yang dananya diambil dari belanja modal (capital expenditure/Capex) 2015 yang mencapai Rp3,2 triliun.

Untuk perizinan konsesi proyek tahap pertama, Pelindo I tengah menunggu penandatanganan oleh Menteri Perhubungan Ignasius Jonan pada Kamis (22/1).

Pada tahap kedua, Bambang menegaskan Pelindo I akan menggandeng dua perusahaan pelat merah yaitu Inalum dan PTPN III yang berupa kawasan industri.

“Kami tinggal tunggu MoU-nya saja,” ujar Bambang.

Adapun, penyewa yang akan mengembangkan usahanya di kawasan itu antara lain PT Semen Indonesia, PT Pertamina, PT Pupuk Indonesia, Inalum, dan PTPN III.

Kawasan industri itu akan dibangun di atas lahan 1.000 ha, di mana 800 ha di atas tanah dan 200 ha hasil dari reklamasi. Saat ini, Pelindo I sudah mengantongi izin Amdal untuk reklamasi tersebut.

Model analisis pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung dilakukan oleh Pelindo I melalui kemitraan dengan Port of Rotterdam yang nota kesepahaman kerja sama ditandatangani 13 Oktober 2014.

KELAS DUNIA

Roger Classquin, Manging Director Port of Rotterdam, menyatakan pihaknya percaya Indonesia bisa membangun pelabuhan kelas dunia di Sumatra Utara.

Menurutnya , Kuala Tanjung ditargetkan bisa menjadi pelabuhan transshipment. Classquin percaya Indonesia bisa bersaing dengan Malaysia dan Singapura yang pelabuhan terbaik kedua di dunia selama semua PT Pelindo I-IV bersatu. “Bukan saling berantem satu sama lain.”

Dia menilai langkah pemerintah Indonesia yang membangun lima pelabuhan laut dalam di Kuala Tanjung, Tanjung Priok, Tanjung Perak, Makassar dan Sorong sebagai langkah tepat.

Namun, dia mengingatkan pentingnya pembangunan kawasan industri karena pembangunan pelabuhan harus ditopang oleh industry yang terintegrasi.

Dia menyarankan industri yang terintegrasi dengan pelabuhan haruslah industri yang bahan bakunya dimiliki oleh wilayah tersebut, contohnya CPO, gas, batu bara dan alumunium.

“Kita harus melihat berapa jumlah kapal yang akan datang, berapa besar kapasitas kapal dan apa keperluan mereka, sehingga kita membangun konsep industrial gateway pada Kuala Tanjung,” ujarnya.

Menteri Koordinasi bidang Maritim Indroyono Soesilo optimistis program pencanangan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia akan lebih nyata dengan pelaksanaanpengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung. (Bisnis Indonesia)

Leave a comment's

Leave a comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

back to top --> //