News


Kenaikan tarif listrik industri, pengetatan anggaran kementerian, dan kenaikan upah buruh diyakini bakal memasung kinerja industry nasional. Menteri Perindustrian M.S. Hidayat mengatakan pertumbuhan industri manufaktur pada 2014 terancam menyusut dari target awal 2014 dari 6,4%–6,8% menjadi hanya 6,15%.

Banyaknya investasi kakap yang tertunda pada tahun depan juga membuat perkiraan tersebut lebih rendah dibandingkan dengan realisasi 2013 sebesar 6,1%. “Pada tahun ini [pertumbuhan industri] melandai. Ini karena tariff listrik dan perubahan pemerintahan sehingga berdampak pada laju pertumbuhan. Sekarang realistis saja,” katanya, Selasa (17/6).

Selain itu, hajatan pemilihan presiden dapat menghambat sebagian investor untuk masuk. Dalamkondisi seperti ini, dunia usaha kesulitan berhubungan dengan pemerintah karena mekanisme birokrasi kurang berjalan efektif.(disarikan dari Bisnis Indonesia, 18 Juni 2014 hal 1)

Leave a comment's

Leave a comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

back to top --> //