News


Anggota Komisi V DPR dari Fraksi Partai Demokrat Anton Suratto meminta, pemerintah pusat mempercepat pengembangan pelabuhan laut Soekarno -Hatta dan memperluas pelabuhan lain di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Perluasan pelabuhan di Makassar itu dinilai mendesak. Karena sudah digagas sejak tahun 2006. Kata Anton, beberapa poin ini merupakan hasil kunjungan kerja (kunker) DPR di Makasar, kemarin. “Perluasan pelabuhan ini mendesak dan harus segera direalisasikan pemerintah Jokowi-JK. Karena proyek tersebut sudah menjadi bagian dari Master Plan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI),” tegas Anton.

Menurut Anton, saat ini terjadi ketidakseimbangan antara kegiatan bongkar dengan pemuatan barang di pelabuhan Soekarno-Hatta dan Makasar. “Bayangkan dalam 1 tahun, arus barang masuk ke pelabuhan Soekarno-Hatta mencapai 7,2 juta ton . Sementara kegiatan muat berkisar pada kisaran 4,2 juta ton,” ulasnya.

Selain itu, Anton berharap, beberapa pelabuhan di daerah seperti Garokong di Kabupaten Barru (Sulsel) diharapkan jadi penyangga pelabuhan Soekarno- Hatta. “Yang utama adalah masalah bongkar-muat barang. Dengan terelisasinya pengembangan pelabuhan SoekarnoHatta, maka untuk rencana jangka panjang, perluasan pelabuhan Garongkong akan mencapai 400-600 hektar. Bahkan masih bisa dikembangkan hingga 4.000 hektar dengan harapan bisa jadi pelabuhan logistik international,” ujarnya.

Menurut Anton, untuk memperluas pelabuhan laut Soekarno-Hatta dan Makassar dibutuhkan anggaran sekitar Rp 6 triliun. Sedangkan untuk pelabuhan Garongkong dibutuhkan investasi sebesar Rp 3 triliun. “Ini perlu jadi perhatian khusus pemerintah pusat dalam tata kelola pendanaan baik pendanaan dari pusat maupun kerja sama dengan investor asing. Sedangkan Komisi VDPR akan mengawasi dari sisi dampak lingkungan akibat dari rencana perluasan itu,” papar Anton.

Rombongan Komisi V DPR juga meninjau. rencana pengembangan jalur Kereta Api (KA) Makassar-Parepare.( Rakyat Merdeka)

Leave a comment's

Leave a comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

back to top --> //