News


PT Pelabuhan Indonesia IV menargetkan operasional Makassar New Port pada 2018 yang bisa menangani kapal kontainer berukuran besar bisa memangkas biaya logistik hingga 40%.

Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV Mulyono mengatakan pembangunan Makassar New Port yang dimulai tahun ini di arahkan menjadi magnet baru di timur Indonesia.

Menurutnya, industri akan diringankan melalui pengurangan ongkos logistik sebab kapal pengangkut peti kemas tidak harus mampir ke Surabaya atau Jakarta untuk menuju Medan.

“Hematnya 40%, kalau sebelumnya totalnya [tarif pengapalan] Rp6 juta, jadi tinggal Rp3,6 juta. Ini salah satu cara untuk membuat Indonesia hebat,” katanya saat ditemui di Kantor Perwakilan PT Pelindo IV di Jakarta, Rabu (22/4). Dia melanjutkan Makassar  New Port akan  memiliki  panjang  dermaga mencapai  320 meter dan kedalaman dermaga 14 m LWS.

Mulyono melanjutkan proyek itu juga menambah kapasitas  peti kemas di  Pelabuhan  Makassar  sebesar 1,5 juta TEUs pada tahap pertama dengan total kawasan mencapai 16 hektare.

Pada tahap kedua, proyek itu ditargetkan dapat menambah kapasitas 2 juta TEUs. Jika keseluruhan tahapan pembangunan selesai dibangun, dia memperkirakan ukuran kapasitas peti kemas dapat memenuhi kebutuhan Makassar hingga 2050.

Dia memaparkan total lahan pengembangan Makassar New Port mencapai 171 hektare yang akan dibangun dalam dua tahap.

Pembangunan akan dilakukan dengan reklamasi karena area sekitar pelabuhan eksisting telah dipenuhi kawasan pertokoan.

Nantinya, pelabuhan ini juga akan terintegrasi dengan jalan tol, kawasan industri dan kawasan energi.

“Jadi sekarang PLN selain membuat 35.000 MW, juga sedang melakukan konversi dari solar ke gas, untuk suplai gas di Makassar tidak semuanya ada gas sehingga perlu suplai yang dibawa dengan kapal,” katanya.

Rencananya, proyek Makassar New Port tahap pertama akan diresmikan Presiden Joko Widodo pada bulan depan dengan biaya Rp1,8 triliun untuk tahap pertama. Mulyono menjelaskan bahwa pembiayaan pembangunan Makassar New Port tidak menggunakan penyertaan modal negara yang diterima Pelindo IV sebesar Rp2 triliun. Biaya berasal dari pendanaan internal dan peminjaman bank.

Jalur Internasional

Sementara itu, General Manager PT Pelayaran Bintang Putih (Maersk Line) Muhammad Sofyan berpendapat pengembangan pelabuhan di Makassar tepat untuk jalur pelayaran keluar Indonesia. Namun, jalur itu tergantung dari dinamika ekspor dan impor yang terjadi.

“Kalau memang itu [ekspor dan impor] menunjukkan kenaikan yang signifikan maka akan mengundang pelayaran untuk datang ke sana,” ujarnya.

Selama ini, menurutnya, jalur pelayaran dari Makassar harus melewati Surabaya dan Jakarta sehingga mengandalkan jalur domestik.

Di sisi lain, infrastruktur pelabuhan belum memadai dan kedalamannya belum mencukupi untuk bersandar nya kapal-kapal besar. Dia berharap realisasi Makassar New Port menjadi peluang besar industri pelayaran.

Namun, dia belum bisa memperkirakan kemungkinan mampirnya kapal besar Maersk Line di Makassar New Port. Dia tengah mengkaji potensi pelabuhan itu dilihat dari perspektif grup Maersk Line secara keseluruhan.

Walau begitu, Sofyan optimistis pelabuhan masa depan Makassar itu akan menggerakkan pelayaran di timur Indonesia.

“Kita lihatnya dari perspektif grupnya, apakah Makassar menarik untuk kita lihat nantinya. Saat ini, sedang kita lakukan studi. Nanti dalam dua sampai tiga bulan kita akan bisa share apa yang jadi keputusan kita,” ucapnya.

Sumber: maritimenews.id

Leave a comment's

Leave a comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

back to top --> //