News


|

Sayap Pemilih Muda

Pemilu 2014 tinggal hitungan bulan. Sementara para petinggi partai sibuk berhitung koalisi, para kadernya pun tak kalah pusing. Segala upaya dikerahkan, termasuk menggenjot sayap partai masing-masing. Dominasi pemilih muda menjadi targetnya, termasuk memperkecil jumlah ‘golput’. 

Bicara pemilih muda pada pemilu 2014 mendatang, jumlahnya masih bervariasi dari berbagai versi. Tetapi jika diambil rata-ratanya, sekitar 64 juta sampai  70 juta dari total 187 juta pemilih adalah mereka yang masuk dalam kategori ‘pemilih muda’. Pemilih muda merupakan mereka yang baru memiliki hak pilih pertama kali tahun 2014 mendatang, serta yang sudah pernah mengikuti pemilu pada periode sebelumnya.  Melihat semakin besarnya potensi pemilih muda, wajar jika banyak kalangan menilai kemenangan strategis ada di tangan para pemilih di rentang usia 17 hingga 30 tahun ini.

Pada 4 November lalu, Komisi Pemilihan Umum (KPU)  telah menetapkan jumlah DPT tingkat nasional Pemilu 2014, yaitu sekitar 186,6 juta orang pemilih, dengan 10,4 juta data pemilih yang belum dilengkapi Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang valid. Padahal jika merujuk Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilu Legislatif, daftar pemilih harus dilengkapi minimal lima elemen, yaitu nama, tanggal lahir, jenis kelamin, alamat dan NIK.

Pada saat yang sama, 12 Partai politik peserta pemilu yang akan ‘berlaga’ di 2014 kini berusaha keras melebarkan jaringan, perekrutan, perluasan partai, dan melebarkan sayap dengan beragam cara. Menggandeng, merekrut organisasi, kelompok, komunitas, dan atau membentuk jaringan organisasi baru di luar partai ditempuh untuk menjadi mesin-mesin politik. Sayap partai pun menjadi salah satu sarana yang diandalkan dalam membantu partai meningkatkan partisipasi pemilih. Dari penelusuran yang dilakukan tim Aims, terdapat sekitar 99 sayap partai (baik yang direkrut, dibentuk, maupun hanya berafiliasi dan aliansi) yang berada di bawah kendali 12 partai politik nasional ini. Tujuannya, apalagi kalau bukan menjaring konstituen untuk dijadikan kader, maupun simpatisan sekaligus pemilih aktif untuk pemenangan partai.

Ketua DPP PDI Perjuangan Maruarar Sirait mengakui organisasi sayap partai seperti Taruna Merah Putih, misalnya, cenderung signifikan menyerap suara dari golongan pemuda. TMP juga dianggap efektif mengiklankan ideologi PDI Perjuangan. “Kalau sekarang PDI Perjuangan memimpin survey elektabilitas partai, TMP salah satu alasannya,” kata Maruarar.

Wasekjen Hanura Kristiawanto pun, sependapat. Hanura, kata dia, membuat beberapa organisasi untuk memuluskan niatnya menggaet pemilih pemula. “Untuk menggaet pemilih pemula, ada organisasi sayap. Seperti Pemuda Hanura, Satma Satuan Mahasiswa Pelajar Hanura, Gerakan Muda Hanura dan Gemura,” kata Kristiawanto.

Wajar jika partai-partai ini tampak habis-habisan untuk meraih suara pada pemilu 2014. Jika berjalan sesuai rencana, jadwal pemilu 2014 akan dilaksanakan dua kali yaitu Pemilu Legislatif 9 April 2014 untuk memilih anggota dewan legislatif  dan Pemilu Presiden 9 Juli 2014 yang akan memilih Presiden dan Wakil Presiden.  Jika dalam sesi pertama sebuah partai yang tidak lolos persyaratan ambang batas parlemen (parliamentary threshold) pada Pileg, maka partai tersebut tidak dapat mencalonkan Presiden yang mewakili partainya. Hal ini bukan berarti mereka tidak dapat mengikuti sesi kedua, tapi harus berkoalisi dengan partai yang lolos persyaratan ‘parliamentary threshold’ (saat ini minimal 3,5 % untuk kursi DPR RI dan DPRD Tingkat Provinsi dan Kotamadya/Kabupaten. Keputusan ini masih bisa berubah).

Jadi, siapa partai yang akan mampu mendulang suara pemilih muda pada pemilu 2014? apakah yang memiliki sayap partai terbanyak,  atau justru yang memiliki kader paling militan ? . (Khs, Hry/Lbk)

Peta Partai Politik dan Sayap Partai 2014

 

Leave a comment's

Leave a comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

back to top --> //