News


Pesona Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mencuri perhatian Amerika Serikat (AS). Kemarin, Duta Besar (Dubes) AS untuk Indonesia Robert O Blake menemui pemilik maskapai Susi Air itu. Keduanya membicarakan berbagai hal. Salah satunya kerja sama memerangi illegal fishing (pencurian ikan).

Blake dan Susi menggelar pertemuan selama satu jam. Pertermuan digelar di Ruang Mina Bahari I, Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan di Jakarta, kemarin pagi. Setelah pertemuan ini, keduanya menggelar jumpa pers bersama.

Blake yang diberikan kesempatan berbicara duluan, mengaku membicarakan banyak hal dengan Susi. Namun, ditegaskannya, pada intinya membahas komitmen AS mendukung gebrakan yang dilakukan Susi dalam memberantas praktik pencurian ikan. “Saya mengucapkan terima kasih  kepada Ibu Menteri. Hari ini kita sudah bekerja sama dengan Indonesia untuk memerangi  illegal fisihing dan konservasi maritim,” puji Blake.

Blake mengungkapkan, pertemuan itu juga membicarakan rencana AS memberikan bantuan fasilitas infrastruktur kepada polisi untuk meningkatkan pengawalan laut. Dia menegaskan, AS mendukung penegakan hukum di laut lndonesia bisa lebih baik lagi. Menurutnya, laut Indonesia sangat penting karena 2/3 wilayah negara ini merupakan lautan.

Hal lain yang dibicarakan dengan Susi ialah berbagi pengalaman dan pengetahuan. Blake bercerita, dirinya diberikan banyak pekerjaan rumah  (PR) yang berat oleh Susi. “Ibu Menteri dan saya sudah berbagi banyak data. Beliau sudah memberikan banyak sekali PR dan saya dengan senang hati akan mempelajari itu,” imbuhnya. Mendengar keterangan tersebut, Susi spontan langsung merespons. Dia mengatakan, PR yang diberikannya tidak hanya untuk dipelajari, tetapi harus dilaksanakan. “Not just study, but have to do it,” cetus Susi.

Pada kesempatan ini, Blake sempat memuji Susi. Menurutnya, sejak pertama bertemu Susi, dirinya melihat wanita tersebut sebagai perempuan yang tangguh. Sedangkan Susi menyatakan, pertemuan dengan Blake membicarakan upaya peningkatan  kerjasama yang lebih intensif di bidang perikanan dan keluatan dengan Amerika. Dia juga menjelaskan kebijakan baru apa saja di sektor kelautan dan perikanan. Salah satunya soal moratorium izin kapal baru serta penangkapan ikan secara berkelanjutan (sustainable).

“Kami juga meminta bantuan pada AS untuk program Kementerian Kelautan Dan Perikanan terkait program moratorium kapal- kapal ikan dan mengarah pada perikanan yang lestari, eksplorasi yang mengindahkan kaidah lingkungan.” Ujarnya.

Susi menuturkan, pemerintah membutuhkan dukungan dari seluruh negara guna mengubah pola industri kelautan dan perikanan dari yang tidak berkesinambungan menjadi berkesinambungan. “Dengan kemampuan kita membuat laut lestari dan suistanabilit dalam setiap aktivitas eksplorasi, dapat menjadikan Indonesia Negara yang dihargai, dihormati di dunia.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, nilai ekspor komoditi perikanan Indonesia ke AS pada tahun 2013  mencapai 1,33 miliar dollar AS. Sementara impor dari AS sebesar 82 juta dollar As. Selain dengan Dubes As, Susi sudah bertemu delapan perwakilan Negara-negara asing. Antara lain dengan Dubes Malaysia Dato Zahrein Mohamed, Dubes Vietnam  nyuyen  Xuan Thuy, Kuasa Usaha Duta Besar Filipina Roberto G Manalo dan wakil Dubes Australia David Engel ( Rakyat Merdeka)

Leave a comment's

Leave a comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

back to top --> //