News


transportasi

Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengadakan serangkaian pertemuan dengan perwakilan ahli traspotasi dari negara-negara di kawasan regional. Pertemuan itu untuk meningkatkan kerja sama sekaligus mempermudah konektivitas antar negara Asean.

Sekretaris Jenderal Kemenhub, Sugihardjo mengatakan dalam pertemuan ini dibahas sejumlah masalah diantaranya, Kelompok Kerja Fasilitasi Angkutan ASEAN atau Asean Transport Facilitation Working Group (TFWG), Ahli Angkutan Lintas Perbatasan atau Expert Group Meeting on Cross Border Transport of Passanger (CBTP) dan Badan Koordinasi Angkutan Transit atau Transit Transport Coordinating Board (TTCB).

“Hasil pertemuan ini nantinya akan direkomendasikan pada pertemuan Pejabat Senior Bidang Transportasi atau Senior Transport Official Meeting (STOM) ataupun Pertemuan tingkat Menteri Bidang Transportasi negara-negara anggota ASEAN pada November mendatang,” kata Sugihardjo dalam keterangan tertulisnya, Kamis (27/8).

Dia menjelaskan bahwa forum pertemuan ini adalah untuk mengembangkan jaringan transportasi yang efisien, terpadu dan meningkatkan jasa transportasi dan logistik yang lebih terintegrasi dan efisien di kawasan ASEAN.

Kali ini pertemuan dilaksanakan pada 24-28 Agustus di Yogyakarta. Dalam konteks pengembangan kawasan ASEAN, pertemuan transportasi ini memegang peran kunci untuk mendorong pertumbuhan perdagangan dan meningkatkan konektivitas kawasan serta mewujudkan visi pasar tunggal dan basis produksi seperti yang direncanakan dalam cetak biru Masyarakat Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community).

“Pertemuan ini dilaksanakan secara simultan (back to back) dalam satu rangkaian acara yang dihadiri oleh negara-negara anggota ASEAN dan negara-negara mitra yang diundang, seperti Jepang, Cina, India, dan negara-negara Uni Eropa serta lembaga-lembaga internasional terkait,” katanya.

SIM Internasional

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Djoko Sasono mengatakan salah satu tema yang dibicarakan dalam forum tersebut adalah Surat Ijin Mengemudi (SIM) yang dikeluarkan otoritas Indonesia dan dimiliki oleh Warga Negara Indonesia (WNI) bakal berlaku di negara-negara ASEAN. “SIM Warga Negara Indonesia nantinya bisa berlaku di semua negara ASEAN.

Perubahan status SIM Nasional menjadi SIM Internasional, perlu dilakukan penambahan bahasa Inggris.Kita akan kordinasi dengan pihak kepolisian terkait hal tersebut,” katanya.

Setelah ada kesepakatan penambahan bahasa dengan pihak kepolisian, selanjutnya Menteri Perhubungan mengeluarkan Surat Keputusan (SK) untuk pembelakuan SIM di kawasan regional ASEAN tersebut.

Kesepakatan lainnya dalam pertemuan tersebut adalah, soal diberlakukannya operasi bus antar negara dari Pontianak (Indonesia)-Kuching (Malaysia)-Bandar Seri Begawan (Brunei Darusaalam). “Di jalur ini akan dioperasikan 20 bus dari Indonesia, Malaysia dan Brunei. Dengan adanya transportasi ini maka akan memudahkan perjalanan masyarakat di ketiga negara,” katanya.

Sumber: koran-jakarta.com

Leave a comment's

Leave a comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

back to top --> //