News


ekspor impor

PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) mengajukan permohonan perpanjangan izin ekspor konsentrat ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Pengajuan ini seiring berakhirnya izin ekspor Newmont pada 18 September 2015 nanti.

Dirjen Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyono mengatakan permohonan tersebut akan dievaluasi terlebih dahulu sebelum bisa memberikan perpanjangan izin ekspor kepada Newmont. “Newmont sudah ngajuin kemarin. Nanti tinggal dievaluasi sesuai prosedur,” ujarnya, Selasa (1/9).

Izin ekspor konsentrat diberikan per enam bulan dan bisa diperpanjang untuk enam bulan berikutnya. Adapun periode izin ekspor konsentrat Newmont berlaku periode 18 Maret – 18 September 2015 dengan kuota 447.000 ton tembaga.

Bambang menegaskan, pemerintah akan memberikan perpanjangan izin ekspor, jika Newmont sudah memastikan adanya kerjasama definitif mengenai pembangunan smelter dengan Freeport. “Menurut mereka sudah ada MoU dengan Freeport, nanti dievaluasi sejauh mana pelaksanaan MoUnya,” tandasnya.

Pengamat Pertambangan Simon F. Sembiring menilai, pemerintah jangan meloloskan perpanjangan izin ekspor konsentrat Newmont. Sebab, sampai saat ini belum ada kepastian Newmont membangun smelter. “Kalau meloloskan pemerintah melanggar UU Minerba,” tegasnya.

Dalam Undang-Undang No 4 tahun 2009 tentang Mineral dan Batubara setiap perusahaan yang melakukan ekspor konsentrat wajib membangun fasilitas pemurnian. “Ini membangun smelter saja numpang sama Freeport. Smelter Freeport aja belum jelas kepastian pembangunannya,” terang Simon.

Sumber: maritimenews.id

Leave a comment's

Leave a comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

back to top --> //