News


Menteri Kelautan dan Perikanan.Susi Pudjiastuti menyebut Indonesia memiliki potensi merajai bisnis perikanan dunia. Saat ini dukungan jasa sector keuangan terhadap nelayan dan pengusaha untuk meningkatkan produktivitas masih minim.

SUSI mengaku, dirinya saat ini sedang sumringah dengan kinerja kementeriannya selama sebulan ini. Karena ada sejumlah pekerjaan yang berhasil diselesaikan. Antara lain menyelesaikan tiga Peraturan Menteri(Permen) baru.

“Permen yang sudah dihasilkan berkaitan dengan moratorium kapal asing di atas 30 gross ton (GT), transshipment (bongkar muat ikan di tengah laut), dan disiplin kepegawaian. Ini bisa meningkatkan kinerja kementerian ,” kata Susi dalam diskusi tentang Pembiayaan Sektor Keuangan Untuk Program Kemaritiman yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta, kemarin.

Dalam acara ini hadir puluhan bankir nasional, pengusaha dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, dan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad. Mercka tampak angat antusias bettemu dan mendengarkan pemaparan Susi.

Diskusi ini digelar OJK bertujuan untuk menginisiasi dan memfasilitasi dukungan terhadap program pemerintah, khususnya di bidang ekonomi kelautan dan kemaritiman.

Susi menyebut, biasanya pembuatan Permen mulai dari pembuatan hingga diundangkan bisa memakan waktu lima tahun. Menurut Susi, hasil dari kebijakan tersebut, sudah membawa hasil yang memuaskan . Permen itu menghidupkan lagi usaha pengepulan ikan. Hasil tangkapan
kini bisa lebih optimal diolah ke dalam negeri dahulu.

“Banyak nelayan dan pengusaha memberikan pujian. Moratorium berjalan satu bulan ternyata pengaruh ke pasar ikan luar biasa. Harusnya panceklik, tapi ikannya banyak ,” cetusnya.

Susi berharap, lembaga keuangan dapat mendukung pelaku usaha dan nelayan guna meningkatkan produktivitasnya.

Susi melihat, dukungan perbankan terhadap perikanan masih minim. Hal ini terjadi karena banyak yang belurn yakin dengan potensi laut Indonesia.

Dia menyakinkan,potensi perikanan Indonesia sangat luar biasa. Hanya aja, selama ini belum disadari . “Ekspor perikanan Indonesia saat ini merupakan terbesar nomor lima di dunia. Jika illegal fishing bisa dihentikan, pasti kita akan lebih bisa meraih keberhasilan, menguasai bisnis
dunia ” yakin bos Susi Air itu.

Dia menerangkan bisnis perikanan merupakan bisnis yang menarik. Omset di tempat pelelangan ikan tercatat Rp 4 miliar hingga Rp 5 miliar setiap hari. Sehingga omzet per bulan bisa mencapai ratusan miliar.

Muliaman mengakui, andil pembiayaan sektor jasa keuangan terhadap industri kemaritiman masih cukup kecil. Dia mencontohkan, dari total kredit perbankan yang senilai Rp 3.561 triliun, yang terserap masuk ke sector maritim hanya 67,33 triliun atau 1 ,85 pcrsen . “Ini haru dibenahi.
Karena masih sedikit sekali angka penyerapannya,” pintanya.

Muliaman mengatakan, fenomena dijauhinya sektor kernaritiman harus dihentikan. Ditegaskan, para pelaku keuangan seperti perbankan dan asuransi juga harus bisa mengarahkan dirinya untuk memperluas pangsa pasarnya di sektor kemaritiman.

“Tidak perlu ragu, sektor ini cukup potensial. Coba bayangkan, berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan potensi produk perikanan Indonesia 65 juta ton per tahun . Namun, baru 15,2 juta ton atau 23 persennya saja yang telah dimanfaatkan, Artinya, masih sangat besar potensi yang bisa dimasuki sektor jasa keuangan ,” jelasnya. (Rakyat Merdeka)

Leave a comment's

Leave a comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

back to top --> //