News


BANDUNG—PT Pelabuhan Indonesia II meminta akses jalan tol ke Pelabuhan Cirebon segera disusun pemerintah seiring dengan target pengembangan pelabuhan itu yang akan tuntas pada 2017.

Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II Richard Joost Lino mengatakan pengembangan pelabuhan akan dilakukan secara bertahap mulai tahun ini. Rencananya, paparnya, pada tahap awal BUMN itu akan memperdalam alur dari minus 5 m menjadi minus 10 m. “Pelabuhan itu akan direklamasi menjadi 50 hektare,” katanya, Senin (26/1).

Menurutnya, reklamasi seluas 50 hektare setimpal dengan dua kali lipat luas Pelabuhan Cirebon saat ini. Pembangunan dermaga Cirebon direncanakan memiliki panjang 1 km dengan kedalaman minus 14 m.

Dermaga sepanjang 1 km ini ditaksir bisa memuat 2 juta boks kontainer. “Tapi ini tidak khusus kontainer lebih ke barang-barang kebutuhan industri,” ujarnya.

Lino menilai pengembangan pelabuhan itu jauh lebih mudah karena tinggal melakukan pengerukan di lokasi yang dangkal.

Bila prosesnya lancar, dia menargetkan Pelabuhan Cirebon pada 2017 sudah bisa dimanfaatkan maksimal bagi menunjang perekonomian kawasan Priangan Timur. “Kalau Cirebon awal 2017 sudah jadi,” tuturnya.

Pelindo II meminta Pemprov Jabar mempermudah perizinan dan perbaikan kapasitas jalan raya menuju pelabuhan.

Pihaknya juga sudah mengusulkan agar dibangun jalan sepanjang pantai yang dilengkapi jalur kereta api agar kendaraan tidak melalui pusat kota.

“Investasinya masih kami hitung. Untuk tahap pertama saja Rp1,6 triliun. Di Cirebon itu minim pembebasan lahan,” tegasnya.

Lino menegaskan semua yang ditawarkan BUMN itu merupakan jalan keluar yang murah. Bila tawaran ini dipersoalkan pengelola angkutan darat, imbuhnya, pihaknya menampik usaha angkutan darat mati.

Lino menilai pengusaha masih bisa bersaing dan menyesuaikan diri. “Jangan sampai karena ada kekhawatiran itu, tawaran yang lebih murah dibatalkan,” katanya.

Kepala Dinas Perhubungan Jabar Deddy Taufik mengatakan pihaknya harus merancang keberadaan jalan tol dan jalur kereta api agar konektivitas di sekitar Pelabuhan Cirebon lengkap.

Menurutnya, Pelabuhan Cirebon harus terhubung dengan jalan tol Palimanan-Kanci yang saat ini sudah ada. “Nanti kita pastikan. Yang penting didukung selama mereka [Pelindo II] tidak meminta pendanaan dari pemerintah,” ujarnya.

Sementara terkait jalur kereta api, tegasnya, kondisinya sulit untuk ditembuskan ke pelabuhan meski sudah ada stasiun barang di Cirebon.

Deddy menunjuk tingginya pembangunan permukiman di Kota Cirebon sebagai penyebabnya. “Waktu Menhub [E.E Mangindaaan] ke Cirebon, kementerian sudah siap membangun jalur kereta api ke pelabuhan,” katanya. (Bisnis Indonesia)

 

Leave a comment's

Leave a comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

back to top --> //