News


pelabuhan makassar

Lembaga pengawas layanan publik di instansi pemerintah, Ombdusman Republik Indonesia, Rabu (5/8/2015), melansir temuannya soal layanan di Pelabuhan Makassar.

Ternyata, di pelabuhan terbesar di timur Indonesia itu, termasuk bandar laut dengan tingkat pungutan liar (pungli) tertinggi di Indonesia.

“Nomor empat, setelah Tanjung Priok (Jakarta), Tanjung Perak (Surabaya), Belawan (Medan) dan Soekarno-Hatta (Makassar),” kata Ketua Ombudsman, Danang Girindrawardana di Mapolda Metro Jaya Selasa (4/8/2015) lalu.

Kepada Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Tito Karnavian, Danang menjelaskan, temuan pungutan liar tersebut terlihat secara besar terjadi di semua tahapan mulai dari semua proses perizinan, tahap customs dan pre customs (bea cukai), untuk pengusaha angkutan, dan khususnya eksporter.

“Dalam proses perizinan, indikasi suapnya lumayan besar. Dalam tahap customs relatif besar, di dalam tahap post clearance relatif kecil. Tapi banyak jumlahnya,” ujar Danang, kemarin.

Danang mengaku pungutan liar diberikan sebagai biaya percepatan penarikan kontainer ke beberapa titik seperti tempat penimbunan sementara atau tempat pemeriksaan fisik terpadu.

Sumber: makassar.tribunnews.com

Leave a comment's

Leave a comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

back to top --> //