News


JAKARTA – Perusahaan pengelola pelabuhan pelat merah PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I-IV siap membangun dan mengembangkan 15 pelabuhan komersial sesuai penugasan pemerintah. Keempat perusahaan tersebut sudah memasukkan skema pembangunan dan pengembangan pelabuhan tersebut dalam rencana jangka menengah dan panjang.

Direktur Utama PT Pelindo IV Mulyono mengatakan, pihaknya sudah memasukan rencana pengembangan tujuh pelabuhan yang ditugaskan pemeritah ke dalam perencanaan  perusahaan. Saat ini, lanjut dia, seluruh pelabuhan kelolaan mereka juga tengah dalam pengembangan fisik dan penambahan alat produksi.

“Selama ini pengembangan pelabuhan memang sebagian dibiayai dari APBN. Tapi dengan adanya surat dari Pak Menteri Perhubungan (Ignasius Jonan), kami siap mencari pendanaan dari sumber lain. Dengan adanya kebijakan ini, kami akan lebih serius dan kreatif membuat network pendanaan eksternal,” kata Mulyono saat dihubungi Investor Daily, Selasa (16/12).

Untuk mendukung program tol laut sesuai program Pemerintah Presiden Joko Widodo, Pelindo IV juga berfokus membangun pelabuhan Bitung, Sorong, dan perencanaan New Makassar Port.

Mulyono juga menjelaskan, PT Pelindo IV merencanakan belanja modal (capital expenditure) tahun 2015 untuk pengembangan pelabuhan sebesar Rp 1,4 triliun. Sedangkan anggaran yang sudah terserap hingga kuartal III-2014 lebih dari Rp 650 miliar. “Capex tahun depan untuk pengembangan pelabuhan, perbaikan dan perluasan dermaga, pembuatan lapangan, dan investasi alat berat. Itu semua untuk seluruh pelabuhan kita,” kata dia.

Menurut Mulyono, perusahaan akan mencari pendanaan dari berbagai sumber eksternal seperti investor dalam negeri dan asing, pinjaman perbankan, kerja sama pengelolaan, atau penerbitan surat obligasi. “Kami juga berencana melakukan penawaran saham perdana (IPO) pada 2018, sekarang sudah dalam proses penjajakan. Tahun ini, kami pun sudah medapat double rating A. Dengan IPO nanti, kami lebih terbuka untuk mencari pendanaan,” ujar dia.

Di sisi lain, Kepala Humas PT Pelindo I Eriansyah menjelaskan, perseroan sudah menyiapkan rencana pembangunan seluruh pelabuhan di bawah Pelindo I untuk tiga tahun ke depan. Dari sisi internal, perusahaan sudah siap mendanai proyek tersebut. Pelabuhan yang masuk dalam prioritas utama yakni Belawan dan Kuala Tanjung, karena merupakan pendukung dari program tol laut.

“Kami sedang menunggu perizinan dari Kemenhub untuk memulai pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung yang dicanangkan sebagai hub internasional,” papar dia. Eriansyah menambahkan, pembangunan Pelabuhan Belawan ditargetkan mulai Februari 2015. Dia menyebut proyek ini terdiri atas dua tahap pembangunan pelabuhan seluas 700 meter. Untuk tahap pertama seluas 300 meter, rencananya pemerintah membantu pendanaan dari APBN. “Tahap pertama sudah dianggarkan sejak lama, dan akan dibangun secara simultan, jadi tidak akan terganggu dengan keputusan menteri yang baru dikeluarkan,” ujar dia.

Sedangkan tahap kedua pelabuhan seluas 300 meter, dibangun Pelindo I dengan skema pinjaman dana eksternal. Setelah pembangunan tahap kedua, pelabuhan akan memiliki kapasitas 400 ribu TEUs peti kemas dan 3,5 juta ton barang.

Sementara, Humas PT Pelindo III Edi Priyanto mengatakan, lima pelabuhan yang diserahkan ke perusahaan sebenarnya sudah masuk dalam rencana investasi Pelindo III pada 2015. “Pengembangan pelabuhan tidak pernah berhenti dilakukan. Kurang lebih, tiap tahun total investasi kami itu (untuk 17 pelabuhan) sebesar Rp 4 triliun,” kata Edi. Dihubungi terpisah, Corporate Secretary PT Pelindo II (Persero) Rima Novianti mengatakan, pengembangan pelabuhan Sintete, Kalimantan Barat, yang dilimpahkan Kementerian ke mereka belum masuk dalam masterplan pengembangan pelabuhan Pelindo II tahun depan. Namun, kata Rima, Pelindo II akan menyesuaikan masterplan mereka.

“Kami belum terima surat pelimpahannya dari Kementerian Perhubungan, tapi penugasan Pelabuhan Sintete ini akan kami masukan ke blue print,” kata dia.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Asosiasi Pemilik Kapal Nasional (INSA) III Lolok Sudjatmiko meminta PT Pelabuhan Indonesia I-IV tidak menaikkan tarif bongkar muat di 15 pelabuhan yang akan mereka kembangkan mulai tahun depan. INSA mengharapkan Pelindo sebagai BUMN tidak berorientasi keuntungan (profit oriented) tapi lebih ke public service.

“Caranya, untuk investasi yang dikeluarkan, jangan kejar break event point (BEP) dalam waktu singkat, tapi bisa diundur,” kata dia. (Investordaily)

Leave a comment's

Leave a comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

back to top --> //