News


Pelindo-2-650x250

Kontroversi perpanjangan kontrak Hutchison Port Indonesia (HPI) sebagai pengelola PT Jakarta International Container Terminal (JICT) masih bergulir. Toh, hal tersebut tidak menyurutkan Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo II) Richard Joost Lino, mengganti direktur utama JICT.

Posisi Direktur Utama JICT lama yang dijabat oleh Riza Erivan, mewakili HPI, digantikan oleh Dani Rusli. Kini, posisi Riza menjadi Wakil Direktur Utama JICT. Dani sebelumnya menjabat sebagai Direktur PT Pengembangan Pelabuhan Indonesia, anak usaha Pelindo II.

Adapun posisi direktur lainnya masih tetap. Direktur Operasional JICT dijabat Kim Changsu, sementara Direktur Keuangan dijabat Budi Cahyono. Kedua orang itu dianggap mewakili HPI di JICT.

Posisi Direktur Komersial dijabat Rati Farini. Direktur Human Resources & Administration masih dijabat Ida Durianingsih sebagai perwakilan dari Pelindo II. Keduanya dianggap mewakili Pelindo II di JICT.

Rima Novianti, Sekretaris Perusahaan Pelindo II, menyatakan, perubahan posisi ini seirama perubahan komposisi pemilik saham JICT. “Tadinya, sebelum menjadi pemegang saham mayoritas di JICT, kami memiliki dua direktur. Sekarang setelah menjadi pemegang saham mayoritas, kami menempatkan tiga direktur, dan salah satu posisinya adalah direktur utama,” ungkap Rima kepada KONTAN, kemarin.

Rima juga menegaskan bahwa pergantian posisi puncak di JICT itu tidak ada hubungannya dengan gejolak penolakan karyawan maupun tentangan dari pihak lain terhadap perpanjangan kontrak Hutchison dalam pengelolaan JICT. “Bukan. Pergantian ini karena kami sekarang sudah mayoritas,” tegasnya.

Sebagai gambaran, sebelumnya, HPI menguasai 51% saham JICT. Oleh karena itu, HPI “berhak” menempatkan orangnya di posisi Direktur Utama JICT.

Kendati masih kontroversial dan belum final, Pelindo II saat ini menempatkan wakilnya sebagai di kursi nomor satu JICT. Maklum, lewat perjanjian tahap kedua pengelolaan JICT, Pelindo mendapatkan 51% saham JICT.

Sedianya, direksi baru tersebut mulai berkantor pada Senin 27 Juli 2015. Namun, rencana itu tertunda lantaran perwakilan pekerja masih mempertanyakan dasar hukum manajemen Pelindo untuk mengganti direksi ini.

Sumber: maritimenews.id

Leave a comment's

Leave a comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

back to top --> //