News


PT Pelindo II (persero) mendorong industri nasioanl untuk membuat peralatan bongkar muat di Indonesia. Alasannya, selama ini peralatan bongkar muat di pelabuhan masih banyak dari luar negeri.

Direktur Utama Pelindo III Djarwo Surjanto mengatakan, mayoritas pertan bongkar muat di pelabuhan eksisting saat ini merupakan produksi luar negeri seperti Jerman, Finlandia, China, Jepang dan beberapa negara lainnya. Alat bongkar muat dimaksud beurpa container crane, rubber tyred gantry dan beberapa peralatan angkat angkat lainnya.

“Kedua alat itu didatangkan dari luar negeri. Jadi pelabuhan-pelabuhan kita ini semuanya masih alat-alat produksi asing,” kata Djarwo.

Karena itu dia mendorong PT Barata Indonesia (persero) dan PT Len Industri (persero) untuk menciptakan industri alat bongkar muat kepelabuhan nasional.

“Tidak perlu yang besar-besar seperti container crane, tapi kita mulai dulu dari rubber tyred gantry. Kalau mereka mampu buat, Pelindo III yang pertama akan membeli alat tersebut,” ujamya.

Kepala humas Pelindo III Edi Priyanto mengatakan, kebutuhan peralatan bongkat muat yang digunakan di pelabuhan pada wilayah Pelindo III cukup tinggi karena adanya pengembangan fasilitas dan peralatan pelabuhan oleh perseroaan di seluruh pelabuhan yang dikelolanya.

Menurut dia, trend angkutan barang mulai bergeser dari barang jenis general cargo ke petikemas. Hal itu menyebabkan setiap pelabuhan harus menyediakan peralatan bongkat muat untuk barang jenis petikemas.    (Rakyat Merdeka)

 

Leave a comment's

Leave a comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

back to top --> //