News


PT Pelindo Ill (Persero) mencatat jumlah kapal pesiar (cruise) yang singgah di pelabuhan-pelabuhan yang dikelola perseroan mencapai 126 unit sepanjang 2014. Total berat kotornya mencapai 4,82 juta gros ton (GT).

Direktur Utama Pelindo III Djarwo Surjanto memaparkan, tren kenaikan kunjungan kapal pesiar wisatawan di pelabuhan pelabuhan Indonesia mulai tercermin sejak 2010. Pada periode tersebut, tercatat 57 kapal pesiar yang bersandar.

Pada 2011 , angkanya meningkat menjadi 76 kapal, sebelum kembali naik menjadi 92 kapal pada tahun berikutnya. Adapun pada 2013, jumlah cruise yang singgah menyentuh angka 116 unit.

“Tahun lalu tercatat 126 unit kapal pesiar dengan bobot kotor 4.829.867 GT. lni menunjukkan ada peningkatan sebesar 11,5 persen dibandingkan periode 2013,” tutur Djarwo.

Berdasarkan catatan Pelindo III, pelabuhan yang paling banyak menjadi tujuan singgah kapal pesiar mewah adalah Pelabuhan Benoa di Bali. Sementara tujuan utama lainnya berturut-turut adalah Pelabuhan Lembar di Lombok dan Pelabuhan Timjung Emas di Semarang.

Menurut Djarwo, tingginya sandaran cruise di ketiga pelabuhan tersebut tidak lepas dari pendalaman (hinterland) obyek wisata yang menarik banyak minat turis di ketiga kawasan itu.

“Kalau di Bali, tenturnya mengunjungi Pantai Kuta serta destinasi wisata lainnya. Sementara di Semarang mereka biasanya ke Candi Borobudur atau Kota Ambarawa, dan kawasan Kota Tua. Adapun, di Lembar, mereka berkunjung ke Pantai Gili Trawangan,” ungkapnya.

Adapun jumlah penumpang kapal pesiar yang melalui Pelabuhan Benoa tahun lalu mencapai 45.171 turis. Jumlah tersebut naik 16 persen dibanding pembukuan sejumlah 39.105 turis pada tahun sebelurnnya. (Rakyat Merdeka)

Leave a comment's

Leave a comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

back to top --> //