News


JAKARTA—Perusahaan pelat merah PT Pelayaran Nasional Indonesia hanya menargetkan pertumbuhan penumpang 3% menjadi 393.697 orang pada masa libur Natal 2014 dan Tahun Baru 2015.

Ahmad Sujadi, Manajer Komunikasi dan Hubungan Kelembagaan PT Pelni (Persero), mengatakan pada masa libur Natal dan tahun baru sebelumnya, perusahaan melayani penumpang hingga 382.231 orang.

Pada tahun ini, perusahaan enggan menaruh target terlalu tinggi mengingat perusahaan memiliki kewajiban mengutamakan kenyamanan dan keselamatan penumpang.

Oleh karena itu, perusahaan menegaskan tidak akan lagi membiarkan muatan kapal melebih dari 400% dari total kapasitas yang disediakan. “Kami sengaja membatasi jumlah penumpang,” ujarnya, Senin (22/12).

Selama masa periode Natal dan tahun baru kali ini, tuturnya, perusahaan telah mengatur ulang rute dan jadwal pelayaran pada ruas-ruas tertentu. Ini sekaligus memonitor kesiapan kapal dan cabang dalam melayani para pemudik.

Salah satu kapal yang mengalami pengaturan rute adalah KM Kelud dari yang biasanya melayani Jakarta-Tanjung Balai Karimun-Batam-Medan (pp), khusus pada 20, 23, dan 28 Desember 2014, akan berlayar bolakbalik antara Batam dan Belawan di Medan.

Hal yang sama akan berlaku pada arus balik dari Medan ke Batam pada 4 dan 6 Januari 2015. Kondisi itu untuk mengantisipasi lonjakan penumpang arus mudik pada rute-rute tersebut.

Pada tahun lalu, di ruas Batam-Medan terjadi kenaikan sebanyak 6.499 penumpang atau 58%dari 11.230 penumpang pada 2012 bertambah menjadi 17.729 penumpang pada 2013.

Adapun, rute lain yang diantisipasi mengalami penaikan jumlah penumpang selama periode mudik Natal antara lain Kupang, Bitung, Ambon, Sorong, Manokwari, Biak, Nabire dan Jayapura.

Khusus KM Labobar yang biasanya melayari rute Manokwari-Sorong-Makassar, untuk 21 Desember akan menyinggahi Ambon guna mengantisipasi lonjakan penumpang dari Sorong yang menuju Ambon.

Sujadi mengatakan perseroan juga terus melakukan perbaikan dari segi pelayanan, yang salah satunya adalah penyederhanaan jumlah tiket. Bentuk fisik tiket yang sebelumnya terdiri dari empat lembar kertas, kini diubah menjadi satu lembar saja.

Selain lebih efektif, perubahan fisik tiket akan lebih hemat. “Kami juga membatasi penumpang dengan memanfaatkan sistem ticketing. Kalau dulu, sistem offline tidak bisa terekap kalau sudah melebih kuota,” tuturnya. ( Bisnis Indonesia)

 

Leave a comment's

Leave a comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

back to top --> //