News


JAKARTA—PT Pelayaran Nasional Indonesia menargetkan meraup pendapatan Rp2,96 triliun atau naik sekitar 3% dari realisasi tahun lalu sebanyak Rp2,51 triliun.

Akhmad Sujadi, Manager Komunikasi dan Hubungan Kelembagaan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni), mengatakan perusahaan sengaja mematok target pendapatan tahun ini hanya 3% lebih tinggi dari tahun lalu, mengingat jumlah penumpang kapal laut tidak tidak terlalu tinggi.

Sebagai catatan, pendapatan perseroan pelat merah itu pada 2014 mencapai Rp2,51 triliun atau naik sekitar 1% dari pendapatan 2013 yang mencapai Rp2,499 triliun.

Menurutnya, pendapatan tahun ini juga akan lebih banyak disumbang dari sektor penumpang ketimbang angkutan barang.

Untuk tahun lalu, penumpang mendominasi sekitar 85,75%, sedangkan 14,25% sisanya disumbang dari angkutan barang. “Porsi [pendapatan 2015] tetap lebih besar penumpang, karena memang Pelni mendapat penugasan dari pemerintah [melalui PSO],” katanya, Senin (2/2).

Untuk mengejar pendapatan dari sektor penumpang, paparnya, perseroan akan fokus pada pengembangan bisnis yang mempromosikan tempat untuk menggelar beragam acara di dalam kapal, seperti pelatihan ataupun seminar.

Selain untuk mengejar pendapatan dari sektor penumpang, imbuhnya, langkah itu senada dengan semangat pemerintah untuk memajukan industri maritim nasional. “

[Pendapatan sektor penumpang] kami tidak menarget akan bergeser banyak. Apalagi kami juga membatasi penumpang pada peak season.”

Sementara itu, Pelni juga tidak menganggarkan investasi pada tahun ini. Menurutnya, Pelni masih menunggu keputusan dana penyertaan modal negara (PMN) yang masih dibahas di DPR. Anggaran yang diajukan perseroan Rp500 miliar untuk pembelian enam unit kapal bekas.

Adapun ukuran kapal barang itu terdiri dari dua unit kapal 700 TEUs dan empat unit kapal berukuran 350 TEUs. “Kalau bikin baru butuh waktu lama, sedangkan kami perlu cepat,” tegasnya.

Dari enam unit kapal barang tersebut, imbuhnya, perseroan akan mengoperasikannya pada lima rute. Kelima rute itu adalah Tanjung Priok- Kijang, Tanjung Priok- Tobelo, Tanjung Priok-Seruwi, Tanjung Perak-Tual dan Tanjung Perak-Reo.

Waktu yang dibutuhkan untuk satu voyage yaitu 15 hari hingga 30 hari. Sebagai catatan, rute tersebut merupakan rute nonkomersial atau rute keperintisan.

Direktur Keuangan PT Pelni Soni Wibisono menyatakan pihaknya menunggu dana public service obligation (PSO) dari Kementerian Perhubungan.

Pada tahun ini, perseroan mengajukan PSO penumpang sekitar Rp1,6 triliun. Namun, dia menyatakan pihaknya mengajukan tambahan dana PSO sekitar Rp324 miliar seiring rencana pemberian PMN untuk pengoperasian enam kapal barang dengan lima kapal barang untuk rute keperintisan. (Bisnis Indonesia)

Leave a comment's

Leave a comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

back to top --> //