News


BANDUNG—Pemerintah Jawa Barat berencana melakukan revisi atas sejumlah peraturan daerah yang terkait pengelolaan perikanan guna meningkatkan pendapatan nelayan dan berkontribusi terhadap penerimaan negara.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jabar Jafar Ismail mengatakan revisi perda dilakukan karena selama ini implementasi di lapangan masih terlihat kurang optimal. “Salah satunya kami akan mengusulkan revisi Perda No. 7  tentang Pengelolaan Perikanan,” katanya kepada Bisnis, Senin (17/11). Dia menjelaskan salah satu poin yang diharapkan dari usulan Kementerian Kelautan dan Perikanan yakni tidak diperbolehkan menangkap lobster atau kepiting yang sedang bertelur.

Jafar mengungkapkan dalam perda tersebut sudah dijelaskan bahwa menangkap lobster maupun kepiting tidak boleh yang bertelur. Namun, pihaknya akan menuangkan lebih detail aturan itu dengan revisi perda.

Dia beralasan fakta dilapangan saat ini masih banyak nelayan yang menangkap lobster atau kepiting yang sedang bertelur. Padahal, lanjutnya, hal itu tidak boleh dilakukan. “Kami akui masih kurang pengawasan di lapangan karena terbentur aturan yang lebih detail,” katanya. Dia berharap adanya usulan revisi perda nantinya optimalisasi perlindungan lobster atau kepiting dapat maksimal.

Secara terpisah, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meminta secara khusus agar Pemerintah Jabar membuat perda yang terkait potensi perikanan di daerah itu. Menteri Susi mengatakan pihaknya meminta Pemprov Jabar agar terus memperhatikan pembangunan sarana fisik dan nonfisik di Jabar, khususnya pada bidang perikanan. “Agar lebih baik lagi kedepannya,” katanya Susi menambahkan perlunya Jabar melaksanakan tata kelola lingkungan laut dan hutan yang lebih sustainable.

Untuk itu, dia berharap agar gubernur dan bupati di seluruh Jabar segera membuat perda tentang perlindungan mangrove yang tidak boleh ditambang lagi, serta perda tentang pelarangan penjualan lobster atau ke piting yang bertelur. (Bisnis Indonesia)

Leave a comment's

Leave a comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

back to top --> //