News


JAKARTA, KOMPAS — Pemerintah Indonesia akan memanfaatkan konferensi tingkat tinggi untuk memperkenalkan dan memaparkan konsep pembangunan poros maritim. Maka, Presiden Joko Widodo memandang sangat penting menghadiri KTT APEC di Tiongkok, ASEAN di Myanmar, dan G-20 di Australia yang digelar November ini.

Hal itu disampaikan Kementerian Luar Negeri kepada media, Rabu (5/11). ”Dalam sejumlah forum itu, Indonesia akan memaparkan sejumlah kepentingan nasionalnya, selain membahas agenda-agenda persoalan yang sudah ditetapkan,” ujar Juru Bicara Kemlu Michael Tene.

Menurut dia, seperti dipaparkan dalam banyak kesempatan, gagasan pembangunan poros maritim antara lain berbentuk pembangunan konektivitas kemaritiman, baik di dalam negeri maupun dengan negara lain. Pembangunan poros maritim juga dilakukan dengan bekerja sama dalam pembangunan infrastruktur kemaritiman antarnegara, yang mendukung jalur perekonomian dan perdagangan.

Menyikapi ajakan Tiongkok, yang menilai ide poros maritim Indonesia sejalan dengan rencana pembangunan ”Jalur Sutra Maritim Abad XXI”, Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN I Gusti Agung Wesaka Puja menyebut pembahasan lebih lanjut mengenai hal itu mungkin dilakukan dalam KTT APEC. Seperti diwartakan, ketertarikan pihak Tiongkok terhadap pembangunan poros maritim disampaikan Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi saat melawat ke Indonesia, beberapa hari lalu.

Laut Tiongkok Selatan

Dalam pertemuan KTT ASEAN mendatang, dipastikan dilakukan juga pembahasan tentang perkembangan isu kode tata berperilaku di laut. Puja mengakui, hingga saat ini, struktur kode tata berperilaku di Laut Tiongkok Selatan belum disepakati. ASEAN dan Tiongkok baru menyepakati penunjuk (pointers) dan prinsip dasar, seperti kesepakatan bersama-sama menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan.

”Selain itu juga disepakati perlunya ada kesimpulan awal tentang kode tata berperilaku dan bersama-sama mengidentifikasi hasil awal apa yang ingin dicapai terkait pembahasan kode tata berperilaku tadi,” kata Puja.

Menurut Tene, Presiden pertama-tama akan menghadiri KTT APEC di Beijing pada 10-11 November. Ada beberapa agenda penting yang harus dilakoninya.

Menurut Direktur Kerja Sama Intrakawasan Asia Pasifik dan Afrika Arto Suryodipuro, Jokowi akan diminta berbicara untuk menyampaikan visi ekonomi Indonesia lima tahun mendatang dalam pertemuan para CEO se-Asia Pasifik yang diikuti 1.500 orang.

Pembicara utama

Pada jamuan makan siang APEC, Jokowi diminta pula tampil sebagai pembicara utama. ”Presiden akan menyampaikan pandangan tentang konektivitas dan infrastruktur,” kata Arto.

Seusai mengikuti KTT APEC di Beijing, Presiden akan terbang menuju Myanmar untuk menghadiri KTT Ke-25 ASEAN yang diadakan pada 12-13 November. Selanjutnya, pada 15-16 November, Jokowi dijadwalkan menghadiri KTT G-20 di Brisbane, Australia. (Kompas)

Leave a comment's

Leave a comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

back to top --> //