News


JAKARTA—Untuk mencegah ke rusakan wilayah perairan, Kementerian Kelautan dan Perikanan segera mengeluarkan Peraturan Menteri tentang pelarangan alat-alat penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan. Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Gellwyn Yusuf mengatakan peraturan ini melanjutkan Ke putusan Presiden No.39 Tahun 1980.

“Ada Kepres No. 39/1980, dilarang pukat udang atau trawl untuk beroperasi, kecuali di RI timur. Ini harus terus berlanjut,” ujarnya saat ditemui Bisnis, Rabu (14/1).

Dia menambahkan saat ini masih banyak ditemukan penggunaan alat penangkapan yang merusak lingkungan seperti trawl atau pukat harimau. Alat ini tidak hanya digunakan oleh kapal asing, tetapi juga oleh kapal dalam negeri.

Dengan diterapkannya peraturan ini, lanjutnya, proses penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan ini akan hilang. (Bisnis Indonesia)

 

Leave a comment's

Leave a comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

back to top --> //