News


| |

GeoThermal

Tahun ini, Pertamina berfokus pada peningkatan produksi minyak dan gas (migas) serta panas bumi. Investasi US$ 3,752 miliar yang digelontorkan Pertamina akan digunakan membiayai ratusan proyek hulu di dalam dan luar negeri sepanjang tahun ini.

Anggaran investasi untuk meningkatkan produksi migas dan panas bumi itu setara dengan 4% rencana anggaran belanja (capital expenditure) Pertamina pada 2014 ini, yaitu sebesar US$ 7,8 miliar.

Ditegaskan Vice President Corporate Communication Pertamina, Ali Mudakir, ada lebih dari 600 proyek hulu pertamina pada tahun ini yang akan dibiayai dari investasi tersebut. Proyek-proyek itu meliputi onshore dan offshore di dalam dan luar negeri, baik yang berhubungan dengan migas maupun panas bumi. Beberapa proyek hulu yang akan digarap antara lain pengembangan sumur yang ada di blok Off Shore North West Java (ONWJ) yaitu YY dan FSB, dimana diperkirakan akan memberikan tambahan produksi sekitar 5.300 bopd dan 27 juta meter kaki kubik per hari  (MMSCF). Selain itu, investasi yang dikeluarkan Pertamina juga akan dilakukan untuk pengembangan  6 lapangan di blok West Madura off Shore (WMO) secara serentak. Pengembangan lapangan Paku Gajah milik Pertamina EP juga menjadi bagian yang akan digarap Pertamina tahun ini dan telah memulai Put of Production sejak tahun 2010.  Tempat ini ditargetkan memproduksi gas sebesar 24 MMSCFD serta 488 juta barel per hari (MBOPD) dari minyak.

Tahun ini Pertamina menargetkan produksi minyak sebesar 280,2 juta barel per hari (MBOPD) yang terdiri dari 220,7 mbopd dari wilayah kerja eksisting dan 59,5 mbopd dari akusisi. Sementara untuk produk gas, Pertamina ingin mencapai 1.568  MMSCFD serta 3.036 Giga Watt Hour (GWh) untuk panas bumi.

Pengeboran tiga sumur yang dilakukan tahun ini membuat Pertamina optimis akan mampu menghasilkan produksi sebesar 45 MMSCFD pada 2015 mendatang.

Leave a comment's

Leave a comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

back to top --> //