News


PLTU

PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) (PII) tengah memproses proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Mulut Tambang Sumatera Selatan (Sumsel 9) dan Sumsel 10. PLTU bagian dari rencana pembangkit listrik berkapasitas 35.000 MW yang dicanangkan Pemerintah.

Direktur Utama PII Sinthya Reosly mengatakan kapasitas untuk PLTU tersebut masing-masing 2×600 Mega Watt (MW) untuk PLTU Sumsel 9 dan 1×600 MW untuk PLTU Sumsel 10.

“Nanti, JICA (Japan International Credit Agency) yang mengalokasikan kredit untuk kedua pembangkit itu, nilainya sekitar US$2.5 milliar,” kata Sinthya dalam keterangan tertulis yang diterima Senin (15/6).

Dijelaskannya, PII didirikan sebagai respon Pemerintah Indonesia terhadap kebutuhan akan adanya penjaminan terhadap risiko politik yang melekat pada investasi di bidang infrastruktur.

Melalui penjaminan tersebut, diharapkan akan mendorong keikutsertaan pihak swasta yang lebih luas dalam pembangunan infrastruktur khususnya melalui skema Kerjasama Pemerintah Swasta/KPS (Public Private Partnership). Kedua proyek PLTU ini dalam proses pelelangan yang pelaksanaanya diemban oleh  PT PLN (Persero), selaku Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK). Lelang akan diikuti oleh perusahaan listrik swasta (Independent Power Producer/IPP).

“Proyek ini sudah masuk tahap lelang, pemenang akan diumumkan pada semester II. Nantinya, IPP yang memenangkan lelang mampu menyiapkan dana investasi sekitar US$6 miliar untuk merealisasikan pembangunan kedua PLTU itu,” ujarnya.

Sumber: maritimenews.id

Leave a comment's

Leave a comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

back to top --> //