News


Gedung-PBR-650x250 copy

Kepolisian Indonesia (Polri) tengah menginvestigasi kematian Yosep Sair Lela, seorang saksi kunci kasus perbudakan Benjina.

Kabid Humas Polri, Inspektur Jendral Anton Charliyan, mengatakan investigasi tersebut akan dimulai dengan mengkaji laporan otopsi Yosep.

Yosep, seorang pejabat Badan Kelautan dan Perikanan Kepulauan Aru, Maluku, di mana kasus perbudakan Benjina terkuak, wafat pekan lalu di sebuah hotel di Menteng, Jakarta Pusat.

Laporan awal menyatakan dia wafat karena gagal jantung.

“Kami masih menunggu hasil otopsi untuk memastikan dia dibunuh atau bunuh diri,” kata Anton.

Yosep diperkirakan memiliki informasi pennting yang mengarah pada terkuaknya kasus perbudakan tersebut.

Laporan Asosiasi Pers baru-baru ini mengekspos praktik perbudakan di pulau Benjina. Satu-satunya perusahaan perikanan resmi yang ada di sana, PT Pusaka Benjina Resources (PBR), diduga memperbudak ratusan pekerjanya bahkan mengurung pekerjanya di dalam kandang.

Menurut laporan tersebut, kebanyakan pekerja dibawa ke Indonesia melalui Thailand dan dipaksa menangkap ikan demi memperlancar rantai suplai makanan laut global. Kebanyakan pekerja berasal dari negara tetangga Thailand yaitu Myanmar, Laos, dan Kamboja. (MHF)

Sumber: thejakartapost.com

Leave a comment's

Leave a comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

back to top --> //