News


SURABAYA—Pengoperasian terminal offshore logistic base di Pelabuhan Tenau, Kupang untuk mendukung proyek pipa gas ke Darwin Australia telah menaikkan aktivitas bongkar muat kargo sepanjang 2014 hingga 127% atau menjadi lebih dari 1 juta ton per meter kubik.

General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Cabang Tenau Deny Lambert Wuwungan menyatakan lonjakan volume barang itu mengacu kegiatan bongkar muat di Pelabuhan Tenau pada 2013 hanya sebanyak 448.000 ton per meter kubik.

Sejak dibukanya terminal offshore logistic base, menurutnya, kegiatan offshore dari Saipem Maritimo di perairan Darwin semakin menggeliat.

“Sejak Agustus tahun lalu, Saipem Maritimo mulai memasang pipa gas dari pusat pengeboran ke Darwin. Mereka memilih Pelabuhan Tenau sebagai pusat distribusi peralatan,” katanya dalam laporannya yang diperoleh Bisnis, Sabtu (31/1).

Menurutnya, PT Pelindo III merekam jejak kegiatan di Pelabuhan Tenau naik menjadi dua kapal hingga empat kapal mother vessel per bulan.

Kapal itu membawa ribuan ton pipa dari Kwantan, Malaysia menuju ke pelabuhan di Nusa Tenggara Timur itu.

Setibanya di Pelabuhan Tenau, jelasnya, pipa tersebut lantas ditransfer ke atas kapal yang berukuran lebih kecil untuk dibawa ke tempat pemasangan pipa di Darwin. “Kami memantau setidaknya ada 15 kapal yang melakukan kegiatan ini tahun lalu,” jelasnya.

PT Pelindo III mengucurkan dana membangun terminal offshore logistic base sebesar Rp118 miliar, guna membangun dermaga sepanjang 110 m dan lapangan penumpukan di sekitarnya.

Dia melanjutkan pihaknya bekerja sama dengan Saipem Maritimo untuk menjadikan terminal tersebut sebagai area terbatas.

Terminal tersebut juga sudah memboyong sertifikat keamanan internasional kapal dan fasilitas pelabuhan (ISPS Code).

Selain itu, standar keamanan kerja di kawasan terminal itu juga diperketat. “Setiap orang di areal itu wajib menggunakan alat perlindungan diri dan sebelum masuk mereka diwajibkan untuk menjalani tes kadar alkohol,” tuturnya.

Sementara itu, Manager Operasional dan Komersial PT Pelindo III Cabang Tenau Kupang Iman Santoso Maruto menambahkan banyaknya kapal Saipem Maritimo berdampak langsung pada peningkatan aktivitas pemanduan dan penundaan kapal.

“Perairan di Pelabuhan Tenau ini merupakan perairan wajib pandu. Jadi, setiap kapal yang masuk ke sini wajib menggunakan layanan pemanduan kapal. Adapun, layanan penundaan lebih banyak digunakan untuk mother vessel milik Saipem Maritimo.”

UBAH PERILAKU

Bersamaan dengan pecahnya rekor bongkar muat kargo, paparnya, aktivitas arus peti kemas di Pelabuhan Tenau turut melesat akibat perubahan perilaku pengiriman barang dari jenis kargo ke kontainer.

Sepanjang tahun lalu, arus kontainer di Pelabuhan Tenau menembus 88.895 TEUs atau naik 12% dari tahun sebelumnya karena angkutan kontainer semakin diminati karena dinilai lebih aman dan berkapasitas lebih besar.

Selain itu, produktivitas layanan bongkar muat di Indonesia Timur juga semakin membaik. Di Pelabuhan Tenau, saat ini sudah dilengkapi dengan 1 unit container crane (CC), dan 2 unit rubber-tyred gantry (RTG).

Dampaknya, produktivitas bongkar muat yang dulu bisa diselesaikan dalam waktu tiga hari untuk satu kapal kini sudah dapat dirampungkan dalam satu hari saja.

Hal itu merangsang para pemilik barang untuk beralih ke peti kemas sebagai sarana pengiriman mereka.

“Demikian halnya dengan perusahaan pelayaran, yang berlomba- lomba menyiapkan kapal peti kemas dengan kapasitas lebih besar. Bahkan, ada pelayaran yang langsung beli kapal baru untuk menangkap peluang bisnis peti kemas di sini,” imbuhnya.

Tahun ini, Pelindo III berencana menambah satu unit CC pada paruh kedua tahun ini.

“Sehingga, pada awal 2012 diharapkan kapal-kapal pengangkut peti kemas itu sudah bisa dilayani oleh dua unit CC dengan muatan yang lebih banyak lagi.(Bisnis Indonesia)

Leave a comment's

Leave a comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

back to top --> //