News


harnas.co_-650x250

Harga komoditas sektor pertambangan dalam beberapa bulan terakhir mengalami penurunan harga yang begitu tajam sehingga bisnis pertambangan di sektor ini mengalami kelesuan. Namun, ditengah kelesuan bisnis pertambangan, realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) sektor pertambangan pada Triwulan I/2015 menembus angka US$1.135,6 juta.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani menilai realisasi PMA sektor pertambangan selama Triwulan I/2015  tersebut membuktikan bahwa bisnis di sektor pertambangan masih diminati oleh para investor asing.

“Ini bukti kalau bisnis pertambangan itu masih menjadi minat para investor asing,” kata Franky di Jakarta, Selasa (28/4).

Untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), lanjut Franky, realisasi pada Triwulan I/2015 mencapai Rp770,2 miliar dengan proyek sebanyak 36 buah. Sedangkan banyaknya proyek PMA sektor pertambangan hingga Triwulan I/2015 mencapai 235 proyek.

Franky mengungkapkan, realisasi investasi selama Triwulan I/2015 telah tumbuh sebesar 16,9 persen. Pada kurun waktu tersebut realisasi investasi tercatat Rp124,6 triliun. Angka ini naik secara signifikan dibandingkan periode yang sama pada tahunm 2014 yang hanya mencapai angka Rp106,6 triliun.

Menurutnya, angka tersebut kembali memecahkan rekor tertinggi realisasi investasi di Indonesia, yang berasal dari realisasi penanaman modal dalam negeri sebesar Rp42,5 triliun, yang meningkat 22,8 persen dari Rp34,6 triliun pada periode yang sama tahun 2014.

Kemudian, jelas Franky, realisasi PMA pada Triwulan I/2015 mencapai Rp82,1 triliun atau meningkat 14,0 persen dari Rp72 triliun pada periode yang sama tahun 2014.

“Dengan tetap tingginya realisasi investasi selama Triwulan I/2015, hal ini memperlihatkan minat investasi di Indonesia masih cukup besar. Kami pun yakin, target investasi tahun ini, sebesar Rp519,5 triliun, bisa tercapai,” pungkasnya.

Sumber: maritimenews.id

Leave a comment's

Leave a comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

back to top --> //