News


Tak sampai sepekan setelah pemerintah dan DPR menyepakati asumsi nilai tukar Rp11.600 per dolar AS di APBN-P 2014, rupiah menembus Rp12.000 per dolar AS. Bank Indonesia (BI) mencatat kurs tengah rupiah Rabu siang (18/6) ditutup Rp11.978 per dolar AS, melemah 0,97% dari penutupan Selasa. Di pasar spot rupiah longsor 0,86% ke level Rp11.997 per dolar AS, paling lemah di antara mata uang regional lain. Sepanjang Juni rupiah juga susut 2,7%, juga terlemah di Asia.

Wakil Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro menjelaskan rupiah terperosok paling dalam antara lain karena masih ada ketidakpastian tentang kondisi fundamental ekonomi kuartal II/2014.

“Fundamental ekonomi masih fluk tuatif setelah neraca perdagangan kita negatif. Meski mungkin neraca perdagangan Mei surplus, orang melihat masih ada ketidakpastian. Defisit transaksi berjalan sudah mulai menurun, tapi kuartal II ini naik lagi gara-gara banyak repatriasi laba [perusahaan asing],” katanya.(disarikan dari Bisnis Indonesia, 19 Juni 2014 hal 1)

 

Leave a comment's

Leave a comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

back to top --> //