News


MATARAM, KOMPAS — Pelayaran rute Pelabuhan Sape di Bima, Nusa Tenggara Barat, ke Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur dilakukan secara buka-tutup menyusul cuaca ekstrem yang amat membahayakan keselamatan pelayaran kapal di rute itu. Penyeberangan Sape ke Waikelo di Sumba Barat Daya malah ditutup lima hari ini.

Kepala Dinas Perhubungan NTB Agung Hartono, Rabu (7/1), di Mataram, mengatakan, penutupan pelayaran kapal di dua pelabuhan itu dilakukan terutama karena gelombang laut mencapai 3 meter hingga 5 meter di lintas penyeberangan Sape-Labuan Bajo dan Sape-Waikelo.

Manajer Pemasaran PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Labuan Bajo Ardhi Ekapaty, di Pelabuhan Sape, mengatakan, pelayaran Sape-Labuan Bajo pergi-pulang ditutup 2-5 Januari, kemudian dibuka lagi pada 6 Januari. Namun, pada 7 Januari pelayaran ditutup lagi karena cuaca buruk.

Dari Ambon, Maluku, dilaporkan, setelah terhenti beberapa hari akibat cuaca buruk, pelayaran dari Ambon, Maluku, ke sejumlah pulau terdekat akhirnya dibuka kembali pada Rabu. Namun, otoritas pelabuhan mengingatkan nakhoda agar tetap waspada dan terus memperbarui informasi prakiraan cuaca.

Sementara itu, tinggi gelombang di Samudra Hindia bagian selatan Jawa Timur hingga selatan NTB, Rabu, mencapai 5 meter. Di Laut Jawa, di wilayah utara Jatim, ketinggian gelombang mencapai 2,5 meter. Kondisi ini diprediksi akan terus terjadi hingga satu pekan ke depan.

”Kami mengimbau para pengguna transportasi laut supaya menyesuaikan kondisi cuaca dan jangan memaksa untuk melaut,” kata anggota staf analisis dan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Maritim Perak II Surabaya, Eko Prasetyo.

Dari Malang dilaporkan pula, nelayan pantai selatan Kabupaten Malang, Jatim, mulai memasuki musim paceklik ikan yang diperkirakan berlangsung hingga awal Maret. Turunnya hasil tangkapan ikan ditambah cuaca yang kadang-kadang tidak bersahabat membuat sebagian nelayan memilih tidak melaut.

Di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, para nelayan kecil mulai mengambil tabungan mereka di tempat pelelangan ikan. Tabungan akan digunakan untuk menopang kebutuhan hidup selama mereka tidak melaut. (Kompas)

 

Leave a comment's

Leave a comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

back to top --> //