News


|

Suap Yang Mulia

Akil Mochtar, Ketua Mahkamah Konstitusi, dicokok Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (2/10) malam di kediamannya kawasan Widya Chandra, Jakarta Selatan. Ada uang Dollar Singapura senilai nyaris Rp 3 miliar sebagai barang bukti hasil suap yang berusaha dilakukan Chairun Nisa, anggota DPR Fraksi Golkar. Kasus suap ini terkait sengketa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gunung Mas, Kalimantan Tengah.

Chairun Nisa diduga akan menyerahkan sejumlah uang bersama pengusaha Cornelius untuk memenangkan Bupati Gunung Mas Hambit Bintih yang didukung PDI Perjuangan. Diluar kasus ini, pada waktu bersamaan merebak pula sogokan untuk Akil Mochtar terkait Pilkada Lebak. Dicokoklah Susi Tur Andayani, seorang pengacara yang disebut dekat dengan Akil. Susi yang juga kader PDIP itu rencananya akan memberikan uang Rp1 miliar untuk Akil, yang berasal dari Tubagus Chaery Wardana. Nama yang disebut belakangan ini adalah adik kandung Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah.

Soal suap di lingkaran penegak hukum sesungguhnya bukan barang baru. Kami mengumpulkan sejumlah nama hakim dan jaksa yang digelandang KPK terkait suap berbagai kasus. Padahal, kesejahteraan para hakim ini juga terus membaik. Berdasarkan data resmi dari situs CPNS tahun 2013, tunjangan hakim dengan masa kerja 0 tahun saja paling sedikit Rp8,5 Juta. Jajaran hakim utama memiliki kisaran tunjangan dari Rp19 Juta sampai Rp23,4 Juta, sementara di tingkatan hakim madya berkisar antara Rp16,6 Juta sampai Rp21 Juta. Mereka yang masih ada di jabatan hakim pratama pun sudah memperoleh tunjangan Rp10 hingga Rp13 Juta. Bahkan,menurut mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD, gaji dan tunjangan Hakim MK bisa mencapai Rp100 Juta setiap bulan. Mahfud bercerita pengalamannya mendapatkan honor Rp5 Juta pada setiap kasus yang disidangkan. Artinya, kesejahteraan para hakim memang terjamin.

Kasus-kasus yang disidangkan MK memang cenderung kental dengan nuansa politis, terutama yang berkaitan dengan sengketa Pilkada di daerah. Sementara, hakim-hakim di pengadilan negeri juga menangani kasus yang tak kalah rumit dan menyita energi. Tetapi, tetap tidak cukup alasan untuk menerima suap. Karena sesungguhnya, kesejahteraan para hakim sudah berangsur lebih dari cukup.

Related Links :

http://nasional.kompas.com/read/2013/10/03/0140585/Uang.Dollar.Singapura.Diduga.untuk.Akil.Mochtar

http://www.tempo.co/read/news/2013/10/04/063519061/Akil-Dikabarkan-Terima-Suap-Sejak-Tiga-Tahun-Lalu

http://www.tribunnews.com/nasional/2013/10/03/kronologi-penangkapan-suami-wali-kota-tangsel-terkait-pilkada-lebak

http://nasional.kompas.com/read/2013/10/04/0917174/Susi.Tersangka.Kasus.Akil.Caleg.PDI-P.dari.Bandar.Lampung?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Khlwp

http://news.detik.com/read/2013/10/03/200221/2377307/10/kenal-baik-dengan-akil-siapa-susi-tur-andayani

http://www.tempo.co/read/news/2013/10/04/063519045/Suami-Airin-Disebut-Penguasa-Proyek-Banten

 

Video :

http://www.youtube.com/watch?v=OkRBWIKVSc0

 

Attachment :

Para Hakim yang Dicokok KPK

 

 

Leave a comment's

Leave a comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

back to top --> //