News


20150120_120730_Menteri-Keuangan-Bambang-Brodjonegoro

Jakarta – Untuk memberi kepastian kepada pembeli property mewah, Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak akan menerbitkan Peraturan Dirjen terkait PPh pasal 22 untuk Barang Mewah. Menurut Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro, penjelasan terkait pembayaran pajak pembelian properti mewah akan dijelaskan melalui Perdirjen tersebut.

Ia menambahkan bahwa PPh pasal 22 bersifat withholding atau dibayar di muka sehingga akan diperhitungkan saat penyampaian SPT Tahunan. “Jadi kalau beli apartemen di atas Rp5 miliar, maka dibayar dulu pajaknya. Nanti pas penyampaian SPT bisa dimasukkan sebagai komponen pengurang bahwa kita sudah bayar pajak,” jelas Menkeu saat konferensi pers di Aula Djuanda 1, Kementerian Keuangan, Jakarta pada Rabu (13/05). Ia berharap, hal ini tidak akan memberatkan dunia usaha itu sendiri maupun para pembeli.

Beberapa waktu yang lalu, Direktur Jenderal Pajak Sigit Priadi Pramudito telah menjelaskan bahwa PPh 22 sebagai prepaid tax. “Artinya yang kita permasalahkan adalah uang untuk membeli apartemen itu, yang kita ingin tahu apakah sudah dibayar pajaknya atau belum. Misalkan belum, uang itu kita kenakan pajak PPh pasal 22 sebagai kredit pajak,” katanya.

Sumber: kemenkeu.go.id

Leave a comment's

Leave a comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

back to top --> //